Puluhan Tahun, Jalan Pabuaran di Sukabumi Ini Rusak Parah

Sejumlah truk nampak berhati-hati saat melintasi jalan poros Kecamatan Pabuaran karena kondisi jalan yang rusak parah.

Sejumlah truk nampak berhati-hati saat melintasi jalan poros Kecamatan Pabuaran karena kondisi jalan yang rusak parah.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Selama puluhan tahun, jalan penghubung tujuh desa di Kecamatan Pabuaran, kondisinya rusak parah. Jalanya masih bebatuan dan sangat licin bila hujan turun. Warga pun mendesak pemerintah Kabupaten Sukabumi segera melakukan perbaikan.

Jalan milik pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi ini, merupakan akses vital warga menuju tempat publik. Seperti puskesmas, pasar, sekolah dan tempat publik lainnya.

Tokoh masyarakat, Yusuf Ardabil (37) asal Kampung Nagrak, Desa Ciwalat, Kecamatan Pabuaran mengatakan, jalan yang dimanfaatkan oleh warga dari tujuh desa ini. Diantaranya, Desa Pabuaran, Sirnasari, Bantarsari, Lembursawah, Ciwalat dan Desa Sukajaya.

“Jalan ini, sudah lebih dari 20 tahun kondisinya rusak parah dan rawan terjadinya kecelakaan. Di kala musim hujan, selain dipenuhi lumpur, jalan tersebut juga penuh licin dan membahayakan. Sehingga tak ayal jika banyak pengendara lalu lintas yang terjatuh.

Sementara, di musim kemarau, badan jalan selain dipenuhi kerikil juga berdebu,” kata Yusuf kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Kamis (31/10/2019).

Untuk melintasi jalan ini, sambung Yusuf, para pengguna jalan harus ekstra hati hati. Pasalnya, jalan yang masih bebatuan ini kondisinya licin dan rawan terjadinya kecelakaan.

“Kami berharap segera diperbaiki, seperti jalan di kecamatan-kecamatan lain,” paparnya.

Menurutnya, karena banyak pengendara yang mengalami kecelakaan, warga setempat berinisiatif melakukan gotong royong memperbaiki jalan. Namun karena tidak maksimal, makanya sampai saat ini masih saja terjadi pengendara yang celaka.

“Selama ini warga berinisiatif dengan swadaya untuk memperbaiki jalan agar bisa dilewati kendaraan dengan cara menimbun jalan berlubang menggunakan batu kerikil. Sebab kalau tidak demikian, kendaraan pengangkut hasil tani warga tidak akan bisa bisa melintas,” tandasnya.

Loading...

loading...

Feeds