Buntut Penutupan Jalan, Warga Prana Kota Sukabumi Ngadu ke DPRD

Sejumlah warga prana mengadu nasibnya ke DPRD Kota Sukabumi, kemarin.

Sejumlah warga prana mengadu nasibnya ke DPRD Kota Sukabumi, kemarin.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Warga Prana Kecamatan Cikole yang terdampak kasus penutupan jalan oleh pihak Setukpa Lemdikpol Sukabumi terus melakukan upaya pengembalian pembukaan kembali jalan tersebut.

Setelah sempat melalui jalur hukum dengan melaporkannya ke Pengadilan Negeri Sukabumi, kini warga prana tersebut mencoba meminta perlindungan kepada DPRD Kota Sukabumi.

Pantauan Radar Sukabumi, puluhan warga Prana yang mewakili 10 RT, 6 RW di Kelurahan Cisarua dan Cikole ini berbondong-bondong memasuki kantor DPRD Kota Sukabumi.

Mereka dengan tertib melakukan audiensi dengan Anggota DPRD dari Komisi 1 dan komisi 3 yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Sukabumi, Kamal Suherman. Sementara pihak masyarakat pun dipimpin oleh kuasa hukum mereka.

Kuasa hukum warga Andri Yules mengatakan, masyarakat datang kesini ingin menyampaikan keluh kesah yang dirasakan masyarakat kepada para wakil Rakyat. Apalagi kasus ini menyangkut hajat hidup orang banyak.

” Kita sampaikan permasalahannya, masyarakat pun semua mengutarakan keinginannya kepada anggota DPRD Kota Sukabumi.” ujarnya.

Masyarakat kata Andri meminta DPRD Kota Sukabumi untuk bisa memfasilitasi dan mendorong agar permasalahan ini bisa segera selesai. Juga menginkan DPRD untuk mendorong pemerintah Kota Sukabumi dalam hal ini Walikota Sukabumi untuk bisa membereskan masalah ini agar jalan itu kembali menjadi jalan umum.

” Walikota Sukabumi selaku pemimpin tertinggi yang mempunyai wewenag mengambil alih satu lahan jalan umum menjadi fasos dan fasum. DPRD bisa mendorong Pemkot,” ujarnya.

Menurutnya, karena ini merupakan kebutuhan yang mendesak untuk masyarakat. Tentunya dirinya berharap DPRD bisa secepatnya merespon apa yang diinginkan oleh masyarakat.

” Proses hukum terus berjalan, sementara kami mencari jalan-jalan lain. Semoga melalui jalur ini DPRD bisa mefasilitasi agar bisa diselesaikan dengan musyawarah mufakat, ” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Sukabumi, Kamal Suherman mengaku DPRD akan menindak lanjuti apa yang diinginkan oleh masyarakat. Pihaknya secepatnya akan meminta pemerintah Kota Sukabumi untuk mempertemukan semua pihak.

” Semoga dengan musyawarah mufakat ini bisa memberikan solusi. Kalau jalur hukum itu terkahir, kalau tidak ada kesepakatan dan keputusan itu hak masyarakat untuk jalur hukum,” ungkapnya.

Kamal pun berjanji setelah melakukan pembahasan dengan Komisi 1 dan 3. Secepat mungkin menyurati Walikota Sukabumi untuk bisa memfasilitasi masyarakat.

“Hari senin kita lakukan pertemuan dengan komisi, sebagai dasar untuk melayangkan surat kepada Walikota Sukabumi,” jelasnya.

Menurut Kamal kalau melihat kasus ini memang penuh dengan tanda tanya. Soalnya dirinya mengetahui kalau jalan ini merupakan jalan umum dan sudah lama dipakai oleh masyarakat.

“Tapi kenapa baru sekarang ditutup, kalau misalnya dari dulu tidak akan ada riak riak masyarakat,” pungkasnya.

(RS/bal/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds