Lima Hektare Lahan di Gunungguruh Sukabumi Terbakar

Petugas saat berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Kampung Pojok Cipendei, RT 3/3, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh.

Petugas saat berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Kampung Pojok Cipendei, RT 3/3, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Belum lama ini, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah Kecamatan Gunungguruh. Sedikitnya lima hektare lahan terbakar akibat insiden ini.

Namun beruntung, kebakaran yang terjadi di lingkungan Kampung Pojok Cipendei, RT 3/3, Desa Sirnaresmi tidak sampai memakan korban jiwa.

Warga bersama Polri, TNI dan relawan kebencanaan kecamatan berhasil memadamkannya, sehingga kobaran api tidak meluas ke area lainnya dan juga pemukiman warga.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Gunungguruh, Ade Suparman mengatakan, api pertama kali diketahui warga sekira pukul 13.30 WIB.

“Saat itu, api membakar lahan yang dipenuhi ilalang. Tidak lama kemudian, api langsung menjalar lahan sekitar lima hektare,” jelas Ade kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group) melalui telepon selulernya.

Berdasarkan assessment di lapangan, ia menduga kebakaran terjadi akibat ulah orang tidak bertanggungjawab yang sengaja membakar hutan untuk membuka lahan.

“Kami merasa kesulitan saat proses pemadaman. Lantaran titik api berada di daerah perbukitan dan sukar ditempuh mobil pemadamam kebakaran,” ujarnya.

Camat Gunungguruh, Erry Erstanto mengatakan, api berhasil dipadamkan setelah warga bersama petugas pemadam kebakaran, relawan BPBD, TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terjun ke lokasi kejadian.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terbakar. Lantaran titik api cukup jauh dengan pemukiman penduduk. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 15.30 WIB,” katanya.

Untuk mengantisipasi peristiwa serupa, pihaknya mengaku telah menjalin kerjasama dengan Polri dan TNI untuk terus sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang puntung rokok dan membakar sampah sembarangan yang dapat berpotensi terjadinya kebakaran.

“Kami juga sudah memasang papan himbuan di beberapa lokasi lahan yang kerap terjadi kebakaran. Namun sayang sampai saat ini kebakaran masih tetap terjadi, akibat ulah tangan orang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds