Ngobat, 18 Remaja di Parungkuda Sukabumi Diamankan


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – 18 remaja terpaksa diamankan Polres Sukabumi. Pasalnya, mereka kedapatan membawa obat penenang. Saat ini, semuanya sedang ditangani Satuan Reserse Narkoba untuk penindakan selanjutnya.

Diamankannya para remaja ini saat polisi menggelar operasi penyekatan pergerakan massa menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Kampung Bojongkokosan, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, minggu (20/10/19).

Mereka menumpangi kendaraan bak terbuka dari arah Cibadak menuju Bogor.

“Kami mendapati mereka dimobil bak terbuka. Kami suruh turun dan melakukan pemeriksaan,” ujar Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Minggu (20/10/2019).

Saat dicek, lanjut Nasriadi, petugas menemukan obat jenis Alprazolam atau obat penenang yang biasa dikonsumsi oleh pengidap penyakit tertentu. Berbekal barang bukti itu, petugas pun langsung memeriksa urine mereka.

“Hasilnya positif. Maka sebagai tindak lanjutnya, Satnarkoba langsung menanganinya,” imbuhnya.

Nasriadi menjelaskan, hasil operasi penyekatan ini, dipastikan tidak ada warga Kabupaten Sukabumi yang sengaja datang ke Jakarta untuk melakukan aksi unjuk rasa. Ia mengklaim, hanya mengamankan 18 remaja yang kedapatan dan positif menggunakan obat penenang.

“Operasi kami laksanakan selama dua hari. Selain remaja ini, kami tidak menemukan adanya pergerakan massa ke Jakarta menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden,” akunya.

Pantauan Radar Sukabumi, dalam operasi penyekatan pergerakan massa ini, polisi juga melibatkan TNI dari Kodim 0622, Polisi Militer (PM), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Operasi ini dilakukan selama dua hari dan berjalan kondusif. Dalam pelaksanaan operasi tersebut, semua petugas memeriksa semua kendaraan, baik pribadi maupun umum.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds