Dihantam Ombak, Nelayan Ujunggenteng Tewas Tenggelam

Ilustrasi Tenggelam

Ilustrasi Tenggelam

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Peristiwa laka laut kembali terjadi di Pantai Selatan Sukabumi. Kali ini, seorang nelayan Parno (59) asal Kampung Simpangsari, RT 2/9, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, ditemukan tewas setelah tergulung ombak di Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, kamis (17/10).

Peristiwa tersebut bermula ketika korban tengah menangkap ikan dengan menggunakan ban untuk berlayar di Pantai Ujunggenteng sekira pukul 07.00 WIB. Namun, tiba-tiba datang deburan ombak dan langsung menghadang korban hingga tenggelam.

“Korban itu, mencari ikan di Pantai Ujunggenteng dengan menggunakan jaring. Namun, ia berlayarnya menggunakan ban. Iya, seharusnya pakai perahu. Jadi, saat ombak datang, ia langsung tenggelam,” jelas Camat Ciracap, Asep Mulyadi kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group) melalui telepon selulernya, kamis (17/10).

Pihaknya menduga, korban tenggelam di Pantai Ujunggenteng. Lantaran, ban yang dijadikan media berlayar di perairan terguling akibat hempasan ombak.

“Selain itu, tubuh korban juga tergulung oleh jaring. Sehingga, ia tidak bisa berenang karena sulit bergerak,” paparnya.

Ketua Tim Search And Rescue Daerah (Sarda) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri Asidik mengatakan, korban berhasil dievakuasi oleh beberapa nelayan di Pantai Ujunggenteng.

“Namun, sayang saat dievakuasi nyawa korban sudah tidak bernyawa,” katanya.

Setelah berhasil dievakuasi, ujar Okih, nelayan bersama Muspika Ciemas langsung membawa jenazah korban ke rumah keluarganya untuk dilakukan pemulasaran.

“Siang tadi, jasad korban sudah dikebumikan oleh keluarganya di TPU yang lokasinya tidak jauh dengan rumah duka,” bebernya.

Untuk mengantisipasi peristiwa serupa, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi, khususnya nelayan yang hendak mencari ikan agar meningkatkan kewaspadaannya saat berlayar di Pantai Selatan Sukabumi.

Seperti menggunakan perahu yang laik, memeriksa mesin perahu, menggunakan kelengkapan pengamanan dan lainnya.

“Apalagi, cuaca ekstrem kali ini, dapat menyebabkan tingginya gelombang dan dapat berpotensi kecelakaan laut, bila kita tidak berhati-hati,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds