Ratusan Warga di Benteng Sukabumi Korban Penggusuran Double Track PT KAI Mulai Galau

Ratusan pemukiman warga yang terkena proyek double track akan digusur.

Ratusan pemukiman warga yang terkena proyek double track akan digusur.


Memang diakuinya, akan ada dana kerohiman yang dihitung oleh tim independen berdasarakan kondisi bangunan sampai dengan ganti uang untuk pembongkaran. Namun demikian, warga yang menempati lahan itu merupakan orang yang mampu, kebanyakanya itu orang miskin.

“Kalau rumahnya gubuk dan kecil, pasti mendapatkan nilai yang kecil. Apakah cukup untuk membangun rumah atau menyewa lagi. Kalau sebulan dua bulan cukup tapi bagaimana masa depan mereka. Disini ada yang disabilitas, jompo dan janda. Seharusnya pemerintah bisa berpikir keras sejauh itu,” jelasnya.

Hendra selaku RT sudah sering mendapatkan pertanyaan dari masyarakat mengenai nasibnya kedepan. Bahkan dirinya berinisiatif mencarikan lahan yang kosong untuk warganya. Nantinya lahan tersebut bisa bekerjsama dengan perbankan pemerintah, warga sudah siap untuk mencicil tidak gratis.

“Ya kami juga merasa kasian kepada mereka. Kami menemukan di Kampung Brunei Kelurahan Benteng ada lahan milik Pemda luasanya cukup besar 1 hektar lebih. Mungkin itu bisa dijadikan relokasi bagi mereka, warga siap mencicil dengan bunga ringan,” katanya.

Bahkan dirinya bersama RW sudah melayangkan surat kepada Walikota Sukabumi dan DPRD Kota Sukabumi agar bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk kepentingan warga yang sedang memikirkan nasib kehidupannya.

“Ya mudah mudahan hasil pemikiran keras walikota bisa memberikan kemaslahatan bagi warga terutama korban penggusaran lahan PT KAI ini,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Yoyoh mengaku bingung dengan nasibnya kedepannya. Wanita jompo itu hanya bersabar dan menunggu anugrah dari Allah SWT.

” Ya mau gimana lagi, saya harus pindah. Buat makan juga pas-pasan apalagi harus nyewa rumah,” ujarnya dengan raut muka sedih.

Sebelumnya, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengakui tengah berpikir keras mencari solusi bagi warga yang terdampak tersebut. Kendati demkian, pihaknya bakal memperjuangkan aspirasi dari masyarakat yang terdampak itu.

“Sudah ada permohonan dari warga yang terdampak, kami pun tengah berpikir keras. Permohonan yang disampaikan warga lebih kepada harus pindah kemana setelah kediamannya itu terdampak,” tandas.

(RS/bal/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds