Diterjang Longsor, Satu Rumah di Kabandungan Hancur

Petugas saat mengecek kondisi rumah yang diterjang longsor di Kampung Lemahduhur, RT 04/03, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan.

Petugas saat mengecek kondisi rumah yang diterjang longsor di Kampung Lemahduhur, RT 04/03, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Satu rumah di Kampung Lemahduhur, RT 04/03, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan rusak akibat diterjang longsor sekira pukul 22.10 WIB, kemarin. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.

Koordinator Pusdalop Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, longsor terjadi saat wilayah Kabandungan diguyur hujan deras pada Sabtu lalu.

“Ya, longsor ini terjadi ditengah-tengah guyuran hujan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir sekitar seratus juta rupiah,” kata Daeng kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Minggu (13/10/2019).

Daeng menjelaskan, rumah berukuran 12 x 6 meter persegi itu dihuni dua kepala keluarga dari delapan jiwa. Mereka adalah Saepuloh (47), Een (38), Yana (19), Sari (14), Sifa (6), Obar (31), Yani (22) dan Jinan Aulia (1,5).

“Sampai saat ini, petugas masih bersiaga di lokasi karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” ujarmya.

Daeng menyebutkan, seluruh penghuni untuk sementara sudah dievakuasi ke rumah kerabatnya, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Akibat kejadian ini perekonomian dua keluarga ini terganggu. Bantuan yang dibutuhkan berupa bantuan darurat dan stimulan,” paparnya.

Daeng menerangkan, hampir seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki potensi bencana alam. Seperti angin kencang, banjir, gempa bumi, longsor dan bencana lainnya.

Sementara untuk wilayah rawan bencana longsor tersebut, semua daerah di kabupaten terluas di Jawa dan Bali ini memiliki kerawanan yang sama.

“Semua daerah di Kabupaten Sukabumi ini memiliki kerawanan longsor yang sama,” paparnya.

Sebab itu, Daeng pun meminta masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaanya terhadap semua potensi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Apalagi, memasuki musim hujan kerap terjadi bencana longsor dan banjir.

“Bagi masyarakat yang rumahnya dekat tebing ataupun pinggiran sungai, agar bisa waspada ketika turun hujan. Karena dikhawatirkan terjadi longsor ataupun banjir,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds