Lahan Pemakaman Santiong Kembali Dilalap Sijago Merah

Petugas pemadaman BPBD Kota Sukabumi tengah melakukan penanganan di lokasi kebakaran lahan pemakaman Kampung Santiong, RT 3/7, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan
Lembursitu.

Petugas pemadaman BPBD Kota Sukabumi tengah melakukan penanganan di lokasi kebakaran lahan pemakaman Kampung Santiong, RT 3/7, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Untuk kedua kalinya, lahan pemakaman santiong yang berada di Kampung Santiong, RT 3/7, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu dilalap sijago merah. Akibatnya, 500 meter persegi lahan milik Pemeintah Kota Sukabumi ini hangus.

Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, peristiwa itu terjadi pada pukul 16:00 WIB, api diduga berasal dari pembakaran yang yang tidak terkendali. Kendati tidak memakan korban jiwa maupun luka, namun api yang cukup besar itu nyaris membakar jaringan listrik disekitar lokasi kejadian.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain mengungkapkan, dari keterangan yang diperoleh dari penjaga Tempat Pemakaman Umum (TPU) tersebut, terdapat dua titik api dilokasi kejadian tersebut. Karena tiupan angin yang cukup kncang, dan pepohonan disekitar lokasi kejadian mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar.

“Informasi awal kami perolah dari penjaga TPU, api yang terus membesar dikhawatirkan membakar kawasan pemakaman dan jaringan listrik disekitar lokasi kejadian,” terang Zul kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Jum’at (04/10/2019).

Dari hasil oleh lapangan, Zul melihat, kawasan lahan tersebut cukup mudah terbakar. Sedangkan, disekitar lokasi tidak ada kantung air maupun hidran, sehingga saat kejadian tidak ada air yang dapat digunakan cepat untuk penanganan.

“Kawasan ini merupakan obyek yang mudah terbakar, bahkan sudah dua kali dilaporkan kejadian serupa. Dilokasi itu, tidak ada kantung air, sehingga kalau persediaan air yang dibawa pada armada pemadam kebakaran habis cukup jauh untuk mengisinya,” ujarnya.

Dalam peristiwa itu, pihaknya menerjunkan dua unit armada pemadam kebaran. Sedangkan kerugian secara meteril belum bisa diprediksi. Dalam penangnan dilapangan, pihaknya di bantu Satpol PP dan masyarakat sekitar.

“Kerugian ekonomi dan lingkungan belum dapat dipastikan besarannya. Pendataan kerusakan yang terbakar berupa pepohonan, rerumputan, ranting dan ilalang serta bambu bambu kecil,” sebutnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat tidak membakar lahan sembarangan. Walaupun hujan sduah mulai turun, namun intensitas hujan masih diperkirakan jarang.

“Harus bisa mengandalikan pembakaran apapun yang bisa memicu potensi kebakaran, hasil prediksi BMKG curah hujan di Kota Sukabumi masih cukup minim,” singkatnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds