Blanko E-KTP di Kota Sukabumi Terbatas

Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar saat melakukan perekaman e-KTP

Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar saat melakukan perekaman e-KTP

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Nyaris dua bulan ini, blanko KTP elektronik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sukabumi terbatas keberadaannya. Namun begitu, pelayanan dipastikan tetap berjalan seperti biasa, hanya saja digganti sementara oleh surat keterangan (Suket).

Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar membenarkan keterbatasan blanko KTP elektronik tersebut, pihaknya hany memprioritaskan bagi pemilik pemula KTP. Kendati demikian, pelayanan tetap berjalan, hanya saja untuk sementara di terbitkan Suket.

“Jadi bukan kosong ya, tapi terbatas. Kami (Disdukcapil, red) memprioritaskan pencetakan bagi pemilik pemula KTP, untuk yang hilang dan lainnya diganti oleh Suket, dan Suket ini fungsinya sama seperti KTP pada umumnya, tapi hanya bersifat sementara saja,” jelasnya kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), belum lama ini.

Keterbatasan blanko tersebut, juga dialami oleh daerah lain di Indoenesia, karena memang penerbitan blanko satu pintu dari pemerintah pusat. Bahkaan, pihaknya pun nyaris setiap pekan ke Jakarta untuk meminta blanko kepada pemerintah pusat.

“Belum bisa dipastikan sampai kapan keterbatasan blanko ini, yang pasti kami hampir setiap hari menyampaikan permohonan kepada pemerintah pusat, semoga saja secepatnya,” ujarnya.

Kondisi tersebut, masih kata Iskandar, kurang lebih sduah terjadi di Kota Sukabumi dua bulan. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk bersabar dan menggunakan sementara Suket.

“Kedepan setelah jumlah blanko normal kembali, masyarakat bisa langsung menukarnya dengan KTP elektronik, jadi sementara bagi yang hilang atau rusak dapat menggunakan Suket,” terangnya.

Selain itu, Iskandar juga meminta masyarakat agar dapat merawat serta menjaga KTPel yang sudah dimilikinya, sehingga resiko rusak ataupun hilang dapat diminimalisir.

“Kami minta warga juga ikut sama-sama menjaga dan merawatnya, jangan mentang-mentang gratis dan dibiarkan begitu saja tanpa perawatan yang baik,” pungkasnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds