Operasi Kepolisian, 86 Motor di Jalan Raya Palabuhan II Ditilang

Anggota Satlantas Polres Sukabumi Kota saat memeriksa pengendara dalam operasi rutin di Jalan Raya Palabuhan II, Kecamatan Gunungguruh, kamis (3/10/19).

Anggota Satlantas Polres Sukabumi Kota saat memeriksa pengendara dalam operasi rutin di Jalan Raya Palabuhan II, Kecamatan Gunungguruh, kamis (3/10/19).

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Puluhan kendaraan roda dua terjaring operasi kepolisian di Jalan Raya Palabuhan II, perlintasan Kampung Pasirmalang, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, kamis (3/10/19).

Operasi ini, merupakan bentuk upaya kepolisian menciptakan rasa aman, nyaman dan bebas dari tindak kejahatan bermotor.

Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP I Kadek Vemil mengatakan, dalam razia kali ini ia menerjunkan belasan personel untuk memeriksa kelengkapan surat kendaraan bermotor.

“Operasi dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Kami berhasil menjaring 86 kendaraan roda dua yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Seperti tidak memiliki SIM dan STNK,” ujar I Kadek kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Kamis (03/10/2019).

Menurutnya, dari jumlah kendaraan yang ditindak, ada tiga unit motor yang tidak bisa memperlihatkan surat-surat kendaraannya. Tindakan tegas pun terpaksa dilakukan, dimulai dengan memberikan tilang hingga unit kendaraan diamankan.

“Kami tindak sesuai dengan pelanggarannya. Yang tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan, selain ditilang unit kendaraannya juga untuk sementara diamankan. Kendaraan bisa diambil bila mereka menunjukan bukti kepemilikan,” imbuhnya.

Kadek berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengendara di jalan raya.

“Dari puluhan pelanggaran yang paling banyak adalah pengendara motor yang tidak memiliki SIM. Selain itu, dalam operasi ini, juga banyak para pengendara yang tidak menggunakan helm,” bebernya.

Tindakan tegas diberikan pada semua pengendara yang melanggar, terutama yang tidak dilengkapi dokumen kelengkapan kendaraan.

“Kami tidak akan pandang bulu, semua pelanggar kami berikan sanksi tilang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas,” tandasnya.

Ia menghimbau kepada seluruh pengendara agar melaksanakan budaya tertib serta dapat menaati peraturan lalu lintas saat berkendara.

“Bila semua tertib, tentu dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan. Anggap keamanan itu adalah kebutuhan, bukan untuk kami selaku petugas,” tandasnya.

Sementara itu, seorang pengendara sepeda motor, Rafik Nurrulah (37) asal Kampung Pangleseran, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh mengaku terkejut saat terjaring operasi kepolisian. Meski demikian, ia tidak merasa khawatir lantaran motor yang dikendarainya disertai surat kendaraan.

“Kalau STNK saya bawa di gantungan kunci motor, hanya saja SIM-nya ketinggalan di rumah. Tapi tadi saya pulang dulu untuk memperlihatkan SIM-nya,” singkatnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds