Jabatan Eselon II Pemkot Sukabumi Siap-siap Direshuffle

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi sudah melakukan rotasi, mutasi dan promosi untuk Jabatan eselon III dan IV.

Hal yang sama pun bakal terjadi pada penjabat Eselon II, di mana ada beberapa jabatan yang mengalami kekosongan. Saat ini pimpinan daerah sedang merancang menyusun perombakan tersebut.

“Ya dalam waktu dekat Insya Allah. Perlu merefresh juga , biar tidak terlalu lama,” ujar walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, kamis (3/10/19).

Jabatan eselon II dilingkungan Pemerintah Kota Sukabumi ada beberapa jabatan yang kosong dan juga akan ditinggalkan. Diantaranya sebanyak wmpat jabatan eselon II atau setingkat kepala dinas kosong, bahkan di tahun 2020 akan bertambah dua orang jabatan eselon II yang memasuki masa pensiun.

“Iya yang saat ini kosong yakni BPKD, BKPSDM, Asisten III dan yang terbaru Dinkes. Harusnya Desember tapi mengajukan Masa Persiapan Pensiun dan itu menurut UU dibolehkan jadi sekarang sudah kosong,” ujar Kepala Bidang Kepegawain Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Taufik Hidayah.

Sedangkan kata Taufik, jabatan eselon II yang akan pensiun di 2020 mendatang ada dua orang yakni Kepala Bappeda, Rudi Juanysah dan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dudi Fathul Jawad. “Pak Rudi itu Februari dan pak Dudi Juli, dua dinas itu akan kosong,” jelasnya.

Lanjut Taufik, untuk mengisi kekosongan jabatan eselon II saat ini di isi oleh Pelaksana Tugas ( PLT), sampai adanya pengisian yang definitif. Menurut dia, keberadaan PLT memang tidak mempengaruhi pelayanan, sebab tugas-tugasnya hampir sama namun beda dari sisi pengambilan keputusan.

“Tapi sebaiknya memang diisi oleh definitif, karena ada tugas yang prinsip seperti menyusun Rencana Strategis (Rensra) yang harusnya dilakukan oleh definif. Kalau kegiatan operasional bisa dilakukan PLT,” jelasnya.

Untuk pengisian jabatan eselon II itu sambung dia, bisa dilakukan pengangkatan dari jabatan sekretaris atau kepala bidang. Namun hal itu pun harus melakukan seleksi terbuka. Selain itu, bisa juga diganti oleh jabatan eselon II lainnya disebutnya mutasi antara jabatan pimpinan tinggi.

” Tapi kalau itu menyisakan masalah, misalnya kalau dinas A pindah ke dinas B karena kosong, nanti Dinas A itu akan kosong juga,” pungkasnya.

(RS/bal/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

buku nikah

Tahun 2020, Nikah Makin Sulit

Mulai tahun 2020, calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan nampaknya tidak akan semudah membalikan telapak tangan,