SMKN 1 Kota Sukabumi Ciptakan Air Keran Siap Minum

Kepala KCD Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Nonong Winarni bersama Kepala SMKN 1 Kota Sukabumi, Saepurohman Udung dan unsur unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi mencoba air kerap siap minum.

Kepala KCD Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Nonong Winarni bersama Kepala SMKN 1 Kota Sukabumi, Saepurohman Udung dan unsur unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi mencoba air kerap siap minum.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Berawal dari keresahan banyaknya botol air minum kemasan di sekolah, sejumlah siswa SMKN 1 Kota Sukabumi melakukan inovasi tepat guna.

Terobosan yang dilakukan para peserta didik itu dengan memanfaatkan air mentah menjadi air siap minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu.

“Inovasi ini berupa mesin yang dinamai reverse osmosis,” ujar Kepala SMKN 1 Kota Sukabumi, Saepurohman Udung kepada awak media disela-sela launcing reverse osmosis di taman SMKN 1 Kota Sukabumi, selasa (2/10/19).

Diterangkan dia, mesin reverse osmosis ini bisa menyaring bakteri dan zat berbahaya lainnya yang terkandung dalam air. Di mana sistem saringan membrane yang digunakan memiliki kerapatan pori-pori 1/10 mikron, sehingga air bisa layak minum.

“Sebelum diluncurkan sudah ada sertifi kat dan ijin untuk dikonsumsi,” aku dia.

Dengan demikian sambung Udung, para peserta didik atau pun guru tidak lagi membawa air minum kemasan yang akan menimbulkan penumpukan sampah, sehinga cukup membawa tumbler pribadi di rumah masingmasing dan diisi di sekolah secara gratis.

“Kita baru memiliki dua toren berukuran 1.000 liter dan nanti akan ditambah menjadi empat, mengingat luasan sekolah serta agar anakanak mudah menjangkaunya,” tambah Udung.

Ia mengkalim, keberadaan air siap minum ini akan mengurangi pengeluaran para peserta didik. Yang mana setiap harinya harus merogoh kocek Rp6 ribu sampai Rp7ribu hanya untuk membeli air minum. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan bisa mengurangi beban para peserta didik dan mengalihkan uang tersebut untuk kepentingan lain.

“Terobosan ini setidaknya mengandung tiga unsur kemanfaatan, pertama sampah plastik tertanggulangi, kedua mengurangi beban ekonomi dan ketiga sebagai bentuk ketakwaan dengan menyadari teknologi tersebut merupakan karunia Allah yang harus disyukuri,” imbuhnya.

Sementara itu, hadir dalam peluncuran inovasi tersebut, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Nonong Winarni, unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, PGRI Kota Sukabumi serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatannya, Kepala KCD Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Nonong Winarni mengapresiasi langkah yang dilakukan SMKN 1 Kota Sukabumi. Diakui dia, inovasi yang dilakukan para pelajar ini perlu didorong terlebih dalam menyongsong revolusi generasi ke 4.0.

“Kami apresiasi dan penghargaan kepada pihak sekolah yang mengembangkan teknologi tepat guna,” kata Nonong.

Ia berharap, teknologi tepat guna tersebut tidak hanya sampai disini, melainkan bagaimana bisa menjawab permasalahanpermaasalahan yang terjadi di masyarakat dengan terus mengembangkan teknologi tepat guna.

“Semoga kedepan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat pada umumnya,” harap dia.

(RS/why/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

buku nikah

Tahun 2020, Nikah Makin Sulit

Mulai tahun 2020, calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan nampaknya tidak akan semudah membalikan telapak tangan,