Kejari Kabupaten Sukabumi Musnahkan 2,89 Kg Ganja

Kajari Kabupaten Sukabumi memusnahkan barang bukti dari perkara yang sudah ditangani sejak Januari hingga Agustus di halaman Kejari Jalan Karangtengah, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, selasa (2/10/19).

Kajari Kabupaten Sukabumi memusnahkan barang bukti dari perkara yang sudah ditangani sejak Januari hingga Agustus di halaman Kejari Jalan Karangtengah, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, selasa (2/10/19).

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Ganja seberat 2,89 kilogram dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, di halaman Kantor Kejaksaan, Jalan Karangtengah, Kecamatan Cibadak, kemarin.

Barang haram yang dimusnahkan itu merupakan barang bukti (Barbuk) dari 55 perkara yang ditangani kejaksaan sejak Januari hingga Agustus kemarin.

Pantauan Radar Sukabumi, selain ganja, korps adhyaksa ini juga memusnahkan sabu seberat 496,43 gram dan 12.842 butir obat ilegal jenis tramadol serta hexymer pada 11 perkara pidana yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Kepala Kejari Kabupaten Sukabumi, Alex Sumarna mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan ini yaitu narkotika, handphone, senjata tajam dan minuman beralkohol jenis ciu. Sementara pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dan diblender.

“Barbuk ini tak terlepas dari penanganan perkara. Jika perkara telah mempunyai kekuatan hukum tetap, perintah undang-undang harus dieksekusi, baik terhadap orang, benda, biaya perkara dan barang bukti,” kata Alex kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Rabu (02/10/2019).

Alex mengungkapkan, Barbuk yang dimusnahkan sebagian besar terkait penggunaan narkotika. Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa di Kabupaten Sukabumi masih tinggi dan rawan kasus penyalahgunaan narkoba.

“Kasus narkotika jenis sabu dan ganja ini terbilang tinggi. Selama Januari sampai Agustus saja, ada 55 perkara narkotika yang sudah kita tangani,” cetusnya.

Menurut Alex, Barbuk yang mendominasi narkoba jenis ganja dan sabu ini jika tidak terjaring akan sangat berdampak negatif terhadap masyarakat, khususnya bagi kaum milenial.

“Dalam penanganan narkoba tentunya perlu ada sinergritas dengan semua unsur khususnya masyarakat. Karena tidak bisa dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum saja, harus ada suport dari semua elemen,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Sukabumi, AKBP Deni Yus Danial memaparkan, penyalahgunaan narkoba ini lebih didominasi oleh masyarakat yang masih usia produktif. Sebab itu, pihaknya sekarang ini terus berupaya melakukan pencegahan dimulai dari lingkungan sekolah.

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi merosotnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda yang dapat berdampak buruk terhadap perkembangan bangsa.

“Saat ini kami menyasar para pelajar untuk memberikan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, apalagi di kalangan pelajar saat ini sangat riskan terjadinya penyalahgunaan narokoba,” paparnya.

Menurutnya, perang melawan narkoba bukan semata-mata tugasnya aparat penegak hukum saja, melainkan seluruh stakeholder harus terlibat khususnya lingkungan sekolah.

“Kami harap, dengan adanya pencegahan muai dari lingkungan sekolah dapat mempersempit dan mengantisipasi peredaran maupun penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds