Tahun Ini, Damkar Cisaat Tangani 32 Kasus Kebakaran

Petugas Damkar nampak sedang memastikan si jago merah yang meratakan rumah warga benar-benar padam.

Petugas Damkar nampak sedang memastikan si jago merah yang meratakan rumah warga benar-benar padam.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Selama tahun ini, Pos 1 Damkar Cisaat mencatat 32 kasus kebakaran yang berhasil ditanganinya. Sedikitnya ada lima kecamatan yang menjadi sasasaran amukan api. Lagi-lagi, si jago merah itu ngamuk gegara korsleting listrik.

Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), kelima kecamatan yang diamuk ‘si lidah panas’ itu adalah Kecamatan Cisaat, Gunungguruh, Caringin, Cicantayan dan Kecamatan Sukabumi.

Dari jumlah kasus yang ditangani, 66 persen penyebabnya adalah korsleting listrik.

“21 kasus terjadi akibat kersleting listrik. Sisanya, akibat kelalaian pemilik rumah seperti lupa mematikan kompor,” kata Kepala Pos 1 Damkar Cisaat, Dedi Satibi, senin (30/9/19).

Selain kebakaran rumah, lanjut Dedi, kebakaran lahan juga kerap terjadi dilima kecamatan tersebut, salah satunya Kecamatan Cicantayan. Kebakaran lahan terjadi kebanyakan karena puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kurang lebih tiga kali kebakaran lahan di Kecamatan Cicantayan. Kebakaran terjadi akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan,” paparnya.

Menurutnya, potensi ancaman kebakaran pada musim kemarau ini cukup tinggi, baik pada pemukinan maupun lahan yang kosong.

“Musim kemarau kasus kebakaran sering terjadi. Karena rumput kering ditambah angin kencang membuat api mudah merembet,” ujarnya.

Untuk mencegah kebakaran lahan maupun rumah, Dedi pun mewarning kepada semua pihak agar tidak membuang puntung rokok sembarangan dan bila bepergian pastikan instalasi listrik dalam keadaan baik serta kompor dalam kondisi mati.

“Tentunya masyarakat harus mengecek instalasi listrik di rumahnya masing-masing. Jika kondisinya sudah jelek, segera ganti supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Dedi menambahkan, apabila terjadi kebakaran masyarakat harus segera melaporkannya kepada petugas terdekat. Dengan begitu, maka bisa mengantisipasi api semakin meluasnya.

“Bila ada peristiwa kebakaran, segera laporkan kepada petugas terdekat atau langsung ke Pos Damkar dan BPBD,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds