Gara-gara Jalan, Warga Padabeunghar Nyaris Bentrok

Warga Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, saat memblokade Jalan Raya Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Jalan Raya Cagak Cibatu, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar.

Warga Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, saat memblokade Jalan Raya Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Jalan Raya Cagak Cibatu, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Warga Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah nyaris bentrok saat memblokade Jalan Provinsi yang menghubungkan Kecamatan Cikembar dengan Jampangtengah, akhir pekan kemarin. Beruntung, petugas yang berada di lokasi langsung menghalau dan menenangkan kedua belah pihak.

Pantauan Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), keributan ini bermula saat dua kendaraan bermuatan over kapasitas hendak melintas di Jalan Raya Pangeleseran – Cibatu. Tiba di Desa Cibatu, karena jalan sedang diperbaiki, warga akhirnya mengarahkan kedua kendaraan itu ke jalan milik kabupaten.

Namun pengemudi tidak terima dengan arahan warga itu dan langsung menelepon teman-temannya. Teman-teman sopir itu yang sedang menggelar aksi blokade jalan, langsung berusaha mendatangi lokasi kejadian. Untungnya, aparat kepolisian dan juga TNI langsung menghadangnya. Alhasil, adu fisik pun akhirnya bisa dihindari.

“Dua kendaraan itu dihentikan warga, karena memang secara regulasi jalan kabupaten itu tidak boleh dilintasi oleh kendaraan yang muatannya lebih dari delapan ton,” ujar Kapolsek Cikembar, AKP I Djubaedi kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Minggu (29/09/2019).

Djubaedi mengaku kondisi di lokasi sempat memanas. Karena ada sebagian warga bersikukuh melarang kendaraan itu melintas, sementara warga lain yang notabenenya adalah pengusaha meminta kendaraan tersebut dibiarkan melintas.

“Agar situasi tetap kondusif, maka kami kumpulkan kedua belah pihak di kantor desa. Semua berjalan dengan kondusif,” klaimnya.

Kepala UPTD Wilayah Cibadak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sukabumi, Rahmat menjelaskan, jalan raya Kabupaten Sukabumi ini merupakan jalan dengan spesifikasi kelas III.

Dirancang oleh Dinas PU Kabupaten Sukabumi dengan kapasitas bobot seberat delapan ton.

“Bila kendaraan yang melintasi jalan ini muatannya lebih dari delapan ton, maka jalan pasti akan cepat rusak. Makanya dalam Perda itu dilarang,” akunya.

Loading...

loading...

Feeds