Kota Sukabumi Bukan Endemis Kaki Gajah

Ilustrasi Kaki Gajah.

Ilustrasi Kaki Gajah.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dinas Kesehatan Kota Sukabumi memberikan pelatihan pelacakan kasus dan tata laksana Filariasis (Kaki Gajah) di salah satu Hotel di Kota Sukabumi, rabu (18/9/19).

Pelatihan itu diikuti oleh perwakilan Dokter Puskesmas, Dokter Rumah Sakit, pengelola program dan petugas laboratorium.

“Mereka diajarkan mendeteksi kasus dan cara penanganan sampai pengobatan penyakit Filariasis. Pematerinya dari Dinkes Provinsi Jabar,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Lulis Delawati.

Meskipun Kota Sukabumi ini bukan termasuk wilayah endemis Kaki Gajah, tetapi dikhawatirkan penyakit tersebut ada di Kota Sukabumi. Data terakhir yang dimiliki Dinkes Kota Sukabumi, penyakit kaki gajah itu ditemukan ada delapan kasus pada tahun 2017 lalu.

“Di kita memang ada delapan kasus fi lariasis kronis, walaupun sedikit, kita harus melakukan tata laksana, lantaran penyakit itu menular dan menyebabkan catat seumur hidup,” jelasnya.

Warga yang terkena penyakit kaki gajah ungkap Lulis, menjadi pengawasan Dinkes Kota Sukabumi. Menurut dia, jika memang dipantau, dirawat dan diobati, resiko penularan dan terjadinya cacat seumur hidup tidak akan muncul.

“Makanya sampai saat ini penyakit ini tidak tersebar, soalnya terus kita awasi dan diobati,” ungkapnya.

Dijelaskan Lulis penyebab penyakit fi lariasis melalui cacing filaria. Sedangkan untuk penyebaran penyakitnya ini di tularkan melalui nyamuk.

“Semua jenis nyamuk bisa menularkannya, tapi alhamdulillah kita bukan endemik filariasis, tapi kasusnya ada. Makanya tidak tersebar karena kita lakukan perawatan,” jelasnya.

Dinkes pun kata Lulis sudah mencoba melakukan pemeriksaan kepada masyarakat secara sampling di wilayah di Kota Sukabumi. Pemeriksaannya itu dengan survey darah di jari. “ Hasil nya itu negatif,” pungkasnya.

(RS/bal/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds