Musim Kemarau, Petani di Kota Sukabumi Tunda Masa Tanam Padi

Ilustrasi Petani

Ilustrasi Petani

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Para petani padi di Kota Sukabumi terpaksa harus menunda masa tanam karena terdampak musim kemarau, namun begitu pada masa tanam sebelumnya musim kemarau yang melanda cukup panjang ini tidak membuat gagal panen di Kota Sukabumi.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi. Menurutnya, musim kemarau panjang yang melanda Kota Sukabumi tidak berdampak pada gagal panen.

“Kalau gagal panen sih tidak ya, dan kalaupun ada bisa diklaim asuransinya. Memang, kalau terhadap hasil produksi padi tentunya pasti berpengaruh signifikan,” terangnya kepada Radar Sukabumi saat ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.

Menurut Kardina, apabila cuaca normal, seharunya pada September ini masa tanam mulai dilakukan oleh para petani. Namun, karena musim kemarau panjang sehingga ditunda ke Oktober dan masa panen pada Maret tahun depan.

“Harusnya sih September mulai nanam lagi, khususnya yang sudah penen keamrin. Tapi, kita geser ke Oktober untuk memastikan suplay air lancar,” ujarnya.

Namun begitu, hasil pemantauan timnya, kondisi air di Kota Sukabumi pada sawah tergolong relatif baik. Bahkan, tidak sedikit sawah yang masih teraliri air dengan baik. Laporan yang masuk sebelumnya, lahan sawah yang kering ada sekitar dua hektar.

“Luas sawah kita 1400 hektar,laporan yang kami terima ada dua hektar lahan yang kering, karena secara keseluruhan kondisi air di Kota Sukabumi yang mengalir ke sawah cukup baik,” terangnya.

Petani di Kota Sukabumio, masih kata Kardina, sudah cukup berpengalaman saat menghadapi musim kemarau. Artinya, untuk yang kekurangan air saat musim kemarau beralih ke tanaman palawija.

“Yang lahannya kering, atau kekurangan suplai air beralih ke tanaman palawija dan sayur-sayuran, dan itu sudah rutin dilakukan setiap tahunnya,” pungkasnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds