Musim Kemarau, Warga Cibadak Kesulitan Air Bersih

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Warga Kampung Pasir Kolotok, Kelurahan/Kecamatan Cibadak kesulitan air bersih. Mereka pun harus antre agar bisa mendapatkan air bersih di sumur yang jaraknya cukup jauh. Pihak kelurahan mengklaim, belum ada laporan yang masuk terkait kesulitan air yang dirasakan warga ini.

Salah seorang warga setempat, Endang (54) mengatakan, sudah dua bulan ia dan warga lainnya sulit mendapatkan air bersih.

Sumber air yang dimiliki warga selama ini sekarang sudah mulai surut bahkan mengering. Sehingga, mereka pun terpaksa harus mengambil air bersih di sumur yang jaraknya cukup jauh.

“Sumur ini sudah ada sejak 20 tahun lalu dan selama itu juga warga memanfaatkannya ketika kekeringan mulai melanda. Sumur ini tidak kering-kering meskipun kemarau juga,” kata Endng kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), belum lama ini.

Lanjut Endang, sejak kemarau melanda warga harus antre demi mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, selain pada siang hari, warga juga antre pada waktu malam.

“Biasanya warga antre air di sumur ini mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB. Ada yang nyuci langsung di sumur itu, ada juga airnya dibawa ke rumah buat mandi,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera turun tangan untuk membantu warga dengan menyuplai keperluan air bersih.

“Kami harap, pemerintah setempat bisa membantu warga yang saat ini mengalami kesulitan air bersih,” pintanya.

Sementara itu, Lurah Cibadak, Budi Eka Andriana mengaku sampai saat ini belum mendapatkan laporan kesulitan air bersih dari warga.

“Sejauh ini di Kelurahan Cibadak air bersih masih normal. Dan kami belum mendapatkan laporan adanya kesulitan air bersih,” akunya.

Budi meminta, warga yang mengalami kesulitan air bersih segera melapor agar bisa cepat ditanggapi.

“Kami meminta warga yang mengalami kesulitan air bersih bisa segera melaporkannya,” tutupnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds