Musim Kemarau, 3.160 Hektare Lahan Sawah di Sukabumi Alami Puso

Salah satu lokasi pesawahan milik warga di Kecamatan Warungkiara terancam puso gegara kekeringan.

Salah satu lokasi pesawahan milik warga di Kecamatan Warungkiara terancam puso gegara kekeringan.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Selama musim kemarau, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, mencatat sedikitnya 7.000 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan. Akibat kondisi itu, 3.160 hektare diantaranya mengalami puso.

Kepala Dinas Pertanian, Kabupaten Sukabumi, Ajat Sudrajat mengatakan, data sawah yang mengalami puso ini berdasarkan laporan dari satu Minggu yang lalu. Ia menyebut tidak menutup kemungkinan jumlah lahan yang mengalami puso itu akan terus bertambah.

“Ya, sebagian besar pesawahan di Kabupaten Sukabumi mengalami gagal panen,” kata Adjat kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Senin (02/09/2019).

Dijelaskan Ajat, jumlah luas lahan pertanian di Kabupaten Sukabumi saat ini sekitar 66.000 hektare. Juli lalu, seluas 22.000 hektare dan Agustus 9000 hektare berhasil dipanen dengan penghasilan rata-rata sebanyak 5,5 ton.

“Sehingga meskipun dampak kekeringan semakin meluas, tapi stok gabah kering kami pastikan aman, yang penting petani tidak menjualnya ke luar Sukabumi,” ujarnya.

Menurut Ajat, pada 2019 ini sasaran tanam Kabupaten Sukabumi sudah tercapai, yakni untuk 4.000 hektare lebih. Namun untuk Agustus 2019 kementrian pertanian meminta sampai 15.000 hektare.

“Kami menilai permintaan dari kementrian bisa direalisasikan, sebab Kabupaten Sukabumi cukup berpotensi dikembangkan untuk tambah tanamnya menjadi 15.000 hektare itu,” jelasnya.

Ajat mengungkapkan, untuk mencapai target yang ditetapkan kementerian itu, ia mengaku sudah melakukan beberapa langkah dengan melakukan gerakan olah tanah dan tanam di Cikakak yang bertujuan supaya capaian target terpenuhi dan aparatur bisa menggerakkan di masing-masing wilayahnya.

“Selain itu, dilakukan juga perbaikan pada beberapa irigasi yang rusak, termasuk dengan memperbaiki bendungan Leuwi Sapi. Perbaikan irigasi sangat diperlukan untuk menunjang pengairan lahan pertanian,” imbuhnya.

Ajat menambahkan, pada musim kemarau ini, Distan Kabupaten Sukabumi akan memberikan bantuan kepada para petani yang mengalami kekeringan dengan cara memberikan mesin pompa air.

“Kelompok tani tinggal mengajukannya melalui pemerintah desa setempat dan ditujukan langsung ke Dinas Pertanian. Dengan catatan, di lokasi ada sumber air yang dapat disalurkan ke pesawahan,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds