Kisah Ues Sukaesih, Jamaah Haji Asal Sukabumi, Meninggal Dunia Saat Naik Haji

KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN: Salah satu jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi saat tiba di Komplek Asrama Haji Pusbangdai, Cikembang, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, kemarin (21/8) setelah mengikuti serangkaian ibadah haji./Foto: RS

KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN: Salah satu jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi saat tiba di Komplek Asrama Haji Pusbangdai, Cikembang, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, kemarin (21/8) setelah mengikuti serangkaian ibadah haji./Foto: RS

POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Dari jumlah 404 jamaah haji asal Sukabumi yang berangkat dalam kloter ini, satu di antaranya meninggal dunia akibat sakit.

Jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 15 pun akhirnya tiba di Pusbangdai, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, sesuai jadwal, kemarin (21/8).

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi (Pojokjabar.com group), jamaah haji yang meninggal dunia itu adalah Ues Sukaesih (58) Binti Supriatna warga Kecamatan Nagrak. Ia meninggal saat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) An Nur Mekah pada 9 Agustus 2019 sekira pukul 10.15 waktu setempat.

Dokter Kloter 15, Mega Yulia Lestari menjelaskan, Ues Sukaesih mengalami sakit sejak 2 Agustus lalu. Karena kondisinya semakin parah, akhirnya ia langsung dilarikan ke RS An Nur Mekah untuk mendapatkan perawatan instensif.

“Sebelum dilarikan ke rumah sakit, kondisi pasien masih baik. Namun setengah jam dilakukan pemeriksaan, kondisinya semakin memburuk. Kami pun langsung membawa pasien ke RS An Nur,” jelas Mega kepada Radar Sukabumi, kemarin (21/8).

ilustrasi haji

ilustrasi

 

Selama mendapatkan perawatan di RS An Nur, kondisi Ues semakin memburuk. Hingga akhirnya, jamaah yang berangkat dengan nomor paspor C2328215 itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat, 9 Agustus lalu.

“Menurut hasil diagnosa pihak RS An Nur, terdapat pendarahan di batang orat belakang atau aranoid hemoragic dan pasien sebelumnya memiliki riwayat penyakit diabetes,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi, Abas Resmana membenarkan satu orang jamaah haji meninggal dunia saat menjalankan ibadah hajinya di Mekah. Namun Abas tidak banyak komentar terkait kejadian tersebut. “Ya, dari Kloter 15 ini satu orang meninggal karena sakit, jamaah haji lainnya alhamdulillah semuanya dalam keadaan sehat,” singkatnya.

jamaah-haji

Ilustrasi ibadah haji

 

Di tempat sama, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) dan panitia penyelenggara tentunya merasa bersyukur atas kepulangan ratusan jamaah haji ini dengan selamat.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur para jamaah haji kembali dengan selamat. Meskipun ada satu orang meninggal dunia, kita doa kan semoga ditempatkan di syurga Allah SWT. Selain itu, bagi jamaah haji lainnya semoga menjadi haji yang mambrur dan barokah,” paparnya.

Seperti yang diketahui, calon jamaah asal Kabupaten Sukabumi yang berangkat ke tanah suci tahun ini berjumlah 1.582 orang. Pemberangkatan mereka dibagi pada empat kelompok terbang (Kloter), yakni Kloter 15, Kloter 39, Kloter 59 dan Kloter 69.

Jemaah Haji

ILUSTRASI

 

Untuk Kloter 15, jumlah jamaah sebanyak 404 orang dan berangkat pada 9 Juli lalu. Sementara untuk Kloter 39, jumlah jamaah sama dengan Kloter 15 yakni 404 orang jamaah. Mereka berangkat pada Rabu, 17 Juli lalu dan dijadwalkan kembali pada Rabu, 28 Agustus mendatang.

Sedangkan Kloter 59, jumlah jamaah sebanyak 370 orang. PPIHD memberangkatannya pada Rabu, 24 Juli dan rencana kembali pada 05 September. Untuk Kloter terakhir yakni Kloter 69, jumlah jamaah sebanyak 404 orang dan berangkat pada Sabtu, 27 Juli dini hari dan dijadwalkan kembali pada Minggu, 8 September mendatang.

(bam/d/pojojabar)

Loading...

loading...

Feeds