Kekeringan di Sukabumi Terus Meluas, Semua Gagal Panen

Kekeringan-di-Sawah./Foto: Ilustrasi

Kekeringan-di-Sawah./Foto: Ilustrasi


Seorang Formulator Pupuk di perkebunan bawang putih Goalpara, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Dandung membenarkan bahwa musim kemarau saat ini dapat menjadi pemicu maraknya serangan hama yang menyerang pada tanaman petani.

“Hama yang paling menonjol di musim kemarau adalah hama ulat punggel dan serangan jamur phytophthora,” katanya.

Untuk mengendalikan serangan hama, ujar Dandung, pihaknya bersama ratusan petani di perkebunan bawang putih sering memberikan obat fungsida dan penguatan nutrisi tanaman.

“Hal ini dilakukan supaya tanaman sehat. Karena dengan pemberian nutrisi tanaman, selain mempercepat pertumbuhan tanaman juga akan terjadi penebalan daun. Sehingga tanaman tersebut tidak mudah terserang jamur maupun OPT,” paparnya.

Ia menambahkan, hama ulat punggel kebanyakan menyerang tanaman sayur pada usia muda, mulai dari satu hari tumbuh sampai usia tanam satu bulan.

“Akibat serangan hama ini, maka akan berdampak buruk terhadap hasil pertanian, namun untuk panen pertama sayuran saat ini, tidak berdampak cukup signifikan. Karena serangan hamanya tidak mengakibatkan daun tanaman sampai habis,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Maman Suherman mengatakan bahwa BPBD sudah menetapkan darurat Kekeringan mulai dari tanggal 8 Agustus hingga 31 Oktober, pasalnya berdasarkan kajian dari BMKG pada bulan November sudah mulai turun hujan.

“Berdasarkan kajian dari BMKG, BPBD sudah menetapkan darurat kekeringan. Untuk Saat ini yang tercatat ada 17 Kecamatan dan 35 Desa, sementara untuk yang terdampak sebanyak 7.774 Kartu Keluarga dan 22.388 jiwa. Kalau melihat data sementara yang paling terdampak adalah daerah Kecamatan, Gegerbitung, Palabuhanratu, Ciemas dan Simpenan, “jelas Maman beberapa waktu lalu.

Untuk menekan semakin luasnya dampak kekeringan dirinya melakukan beberapa cara untuk langkah antisipasi seperti melakukan program pipanisasi dan penyaluran air bersih. Namun program ini hanya bisa berjalan di beberapa kecamatan saja, terutama kecamatan yang memiliki air pemukaan. Seperti di Gegerbitung, pihak BPBD tidak bisa melakukan program pipanisasi karena di kecamatan tersebut tidak ditemukan air dipermukaan.

“Untuk sementara program hanya dua, pipanisasi dan pengiriman air bersih. Untuk program membuat sumur bor BPBD tidak berani melakukannya, karena selain memakan biaya yang banyak faktor keberhasilannya belum bisa dipastikan, “tukasnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menyarankan para petani padi agar beraLih tanam selama musim kemarau ini. Karena pada musim ini, tidak sedikit petani yang mengalami gagal tanam maupun gagal panen.

Loading...

loading...

Feeds