Siswa MAN Sukabumi Kibarkan Bendera Tauhid, Ini Tanggapan Pihak Sekolah

Bendera tauhid yang dikibarkan siswa MAN 1 Sukabumi (ist)

Bendera tauhid yang dikibarkan siswa MAN 1 Sukabumi (ist)


POJOKJABAR.com, SUKABUMI-– Pihak MAN 1 Kabupaten Sukabumi memberikan tanggapan soal siswa MAN yang mengibarkan bendera tauhid di halaman sekolah itu. Bendera itu bukan bendera paham radikal.

Pihak MAN 1 juga membenarkan foto siswa yang mengibarkan bendera bertuliskan tauhid ialah anak didiknya.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Ade Saepudin menjelaskan foto tersebut berlangsung pada Jumat (19/7).

Pengibaran bendera tulisan tauhid itu dilakukan oleh sejumlah siswa tergabung Keluarga Remaja Islam Majelis Al-Ikhlas atau Karisma.

Baca :

Siswa MAN 1 Sukabumi Kibarkan Bendera Tauhid, Menag Lukman Sibuk Sekali

Gambar itu diambil pada Jumat (19/7) pagi sebelum kegiatan sekolah.

Hal ini bagian dari promosi kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh masing-masing siswa kepada siswa baru yang ikut dalam Masa Orientasi Siswa (MOS).

Selain siswa, Ade menuturkan, saat itu para guru juga tengah mengikuti kegiatan workshop yang diadakan sekolah. Sehingga kejadian tersebut luput dari perhatian pihak sekolah.

Ia menjelaskan kegiatan promosi ekstrakurikuler itu hal biasa dalam setiap tahun pelajaran baru.

Selain kegiatan rohis oleh Karisma, ada juga ekstrakurikuler lainnya seperti Pramuka, PMR, dan Paskibraka.

Dari Pramuka bawa panji pramuka dan atribut lainnya, dari olahraga juga sama, dan kebetulan dari rohis mereka membawa sendiri atribut itu.

“Sebenarnya ada bendera rohis mereka, tapi karena ketidaktahuan mereka dan menganggap itu ada kalimat tauhidnya, akhirnya mereka bawa demi untuk menarik siswa baru ikut ke kegiatan,” ujar Ade seperti dilansir detik.

Bendera tauhid dan atribut yang ada di dalam foto dibawa sendiri dari rumah oleh satu siswa yang menjabat sebagai ketua rohis Karisma. Ia siswa kelas XII MIPA 3.

Siswa ini sudah dimintai keterangan oleh kepolisian. Siswa ini mengatakan dia tidak tahu dengan yang dimaksud dengan paham radikal.

Dia hanya mengira itu hanyalah kalimat tauhid dan dia bawa sendiri dari rumah.

 

(ral/int/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds