Seluas 4,6 Hektar Sawah di Kota Sukabumi Terancam Mengering

Sawah (ilustrasi)

Sawah (ilustrasi)


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Seluas 4,6 Hektar lahan pertanian di Kota Sukabumi berpotensi kekurangan air pada kemarau ini. Potensi kekeringan berada di Kecamatan Cibeureum, Lembursitu, dan Kecamatan Gunungpuyuh.

Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Sukabumi, Kusmaya menjelaskan, berdasarkan pemetaan luasan lahan pertanian yang berpotensi kekeringan di tiga wilayah itu sekitar 4,6 hektare.

“Hasil pemetaan kami (DKP3 Kota Sukabumi, red) potensi kekeringan ada di tiga kecamatan pada musim kemarau ini,” terangnya, selasa (9/7/19).

Kusmaya merinci, potensi kekeringan lahan pertanian di Kecamatan Cibeureum berada di Kelurahan Sindangpalay seluas 3 hektare, di Kecamatan Lembursitu berada di Kelurahan Sindangsari seluas 0,6 hektare, dan di Kecamatan Gunungpuyuh berada di Kelurahan Karangtengah seluas 1 hektare.

“Kelurahan Sindangpalay termasuk daerah yang terdampak cukup luas karena debit air dari irigasinya kecil. Sindangpalay itu lokasinya berada paling ujung sehingga hampir tidak kebagian air,” terangnya.

Walaupun demikian, pihaknya terus melakukan berbagai upaya. Diantaranya, memberikan penyuluhan kepada para petani akan melakukan sistem pengairan gilir giring.

“Bagi daerah yang terdapat sumber air, kami memberikan bantuan dua unit mesin pompa yang berfungsi untuk menyedot air. Air itu bisa disalurkan ke lahan pertanian,” ujarnya.

Selain itu, saat ini para petani sudah diarahkan untuk mengasuransikan lahan pertanian mereka seandainya terjadi peristiwa yang bersifat force mejeur seperti kekeringan, kebanjiran, dan serangan hama. Biaya premi asuransi tersebut cukup ringan karena sebagian besar biayanya ditanggung pemerintah.

“Biaya premi asuransi sebesar Rp 148 ribu. Namun petani cukup membayar Rp 36 ribu untuk setiap hektare sekali panen karena ada subsidi dari pemerintah,” pungkasnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds