Krisis Air, BPBD Kabupaten Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih

BPBD Kabupaten Sukabumi, saat mendistibusikan air bersih kepada warga Kampung Pasirkuda, RT 18/5, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, selasa (9/7/19).

BPBD Kabupaten Sukabumi, saat mendistibusikan air bersih kepada warga Kampung Pasirkuda, RT 18/5, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, selasa (9/7/19).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Pasirkuda, RT 18/5, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, selasa (9/7/19). Bantuan ini diberikan mengingat warga di wilayah itu mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.

“Kami sudah mendistribusikan dua tangki air yang mengangkut 10.000 liter air bersih untuk warga Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung,” jelas Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada Radar Sukabumi melalui telepon selularnya, selasa (9/7/19).

Bantuan air bersih ini, sambung Daeng, diharapkan membantu meringankan kebutuhan 320 warga Desa Cijurey dari 95 Kepala Keluarga (KK).

“Semoga dengan adanya bantuan air bersih ini, dapat membantu warga. Sehingga mereka tidak kelimpungan mencari dan mendapatkan air bersih,” bebernya.

Sementara itu, Camat Gegerbitung, Endang Suherman mengatakan, pihaknya bersama seluruh warga Kampung Pasirkuda mengucapkan banyak terimakasih kepada BPBD yang sudah memberikan bantuan.

“Warga di sini sudah satu bulan terakhir mengalami krisis air bersih. Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini, tentunya sangat membantu sebagian warga yang kekurangan air bersih,” jelasnya.

Setiap musim kemarau, sambung Endang, wilayah Kecamatan Gegerbitung selalu mengalami krisis air bersih. Hal ini terjadi lantaran daerah Kecamatan Gegerbitung merupakan wilayah perbukitan.

“Musim kemarau saat ini, selain menyebabkan kesulitan warga dalam mendapatkan air bersih juga mengakibatkan 4 hektare lahan pesawahan terancam gagal panen. Karena sudah beberapa pekan terakhir lahan pertanian warga tidak teraliri air secara maksimal,” tandasnya.

Menurut Endang, bantuan air bersih dari BPBD ini hanya dapat membantu warga dalam waktu sangat singkat. Untuk persoalan hektaran pesawahan warga yang terancam gagal panen, hingga saat ini belum mendapatkan solusi yang tepat.

“Kita sudah melakukan rapat kerja dengan OPD terkait untuk membahas tentang mengatasi persoalan kekeringan yang setiap tahunnya terjadi di Kecamatan Gegerbitung. Namun hingga saat ini kami belum menemukan solusi yang baik,” paparnya.

Endang pun mengaku sudah melaporkan kondisi tersebut kepada BPBD dan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.

“Alhamdulillah kemarin kita sudah mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi berupa mesin pompa air. Namun bantuan ini tidak bisa berfungsi secara maksimal. Lantaran, sungai yang biasa digunakan warga saat ini sudah mengering. Kalau sungainya tidak ada airnya, kita mau ngambil air dari mana,” timpalnya.

Untuk sementara ini, ia menyarankan kepada warga agar beralih tanam dari padi ke palawija. “Saya sudah sampaikan kepada warga, supaya sementara ini beralih dari menanam padi ke singkong, ubi jalar dan tanaman palawija lainnnya yang kuat dengan kondisi musim kemarau,” pungkasnya.

(RS/Den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds