450 Jiwa di Tegalbuleud dan Cisolok Sukabumi Krisis Air Bersih

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Ratusan warga di Kecamatan Tegalbuleud dan Cisolok saat ini mengalami krisis air bersih. Penyebabnya ialah sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari kering.

Bantuan pemerintah pun terus digelontorkan dari beberapa instansi untuk membantu warga yang kesusahan. Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, dari 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi, baru dua kecamatan yang sudah melaporkan krisis air bersih kepada BPBD Kabupaten Sukabumi.

Yakni Kampung Jujuluk, Desa Pasirbaru dan Kampung Cikupa Sinarmuda, Kecamatan Cisolok serta Kampung Bantargebang, Desa Naggela, Kecamatan Tegabuleud.

“Dari dua kecamatan ini, sekitar 450 jiwa yang mengalami kesulitan air bersih,” jelas Daeng kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group) melalui telepon selularnya, senin (24/6/19).

Pada musim kemarau ini, sambung Daeng, jumlah kecamatan yang mengalami krisis air bersih diprediksikan akan terus bertambah. Untuk itu, saat ini BPBD Kabupaten Sukabumi tengah melakukan pemetaan agar mengetahui daerah mana saja yang rawan mengalami krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini.

“Bila berkaca pada tahun sebelumnya, di Kabupaten Sukabumi ini terdapat 36 desa dari delapan kecamatan yang masuk pada kategori darurat kekeringan. Delapan kecamatan itu adalah Palabuhanratu, Warungkiara, Cikembar, Cicurug, Cibadak, Nagrak, Gunugguruh dan Kecamatan Bantargadung,” paparnya.

Untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih, ujar Daeng, BPBD Kabupaten Sukabumi menjalin kerjasama dengan PDAM Kabupaten Sukabumi untuk menyuplai kebutuhan air bersih.

“Kita sudah siapkan sekitar empat armada untuk mengangkut air bersih yang nantinya akan kita distribusikan ke wilayah yang membutuhkan,” paparnya.

(RS/den/pojokjabar)

loading...

Feeds