Sistem Zonasi PPDB 2019 Bikin Emosi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2019, masih carut marut. Khusus di Kota Sukabumi misalnya, belum setiap wilayah mempunyai sekolah negeri terutama jenjang SMA.

Dari lima SMA Negeri misalnya, hanya tersebar di empat kecamatan yakni dua Kecamatan Cikole (SMA 3 dan 4), Kecamatan Citamiang (SMA 1), Kecamatan Gunungpuyuh (SMA 2) dan Kecamatan Cibeureum (SMA 5).

“Kalau setiap kecamatan ada sekolah negeri, itu bagus. Namun program pusat wajib belajar 12 tahun harus dilaksanakan. Masyarakat jangan dibuat susah,” kesal Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Gagan Rachman Suparman usai melalukan pertemuan dengan Kadisdik Kota Sukabumi dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK se- Kota Sukabumi di Ruangan Ketua DPRD Kota Sukabumi, kemarin.

PPDB sistem zonasi ini, dinilainya memang sangat menguntungkan masyarakat yang dekat dengan sekolah negeri. Namun menyulitkan masyarakat yang diwilayah terdekatnya tidak memiliki sekolah negeri. “Kita memang tidak mengarahkan ke negeri. Masyarakat yang menilai. Swsata pun sudah banyak berkualitas, bahkan sudah banyak memilih swasta,” ujarnya.

Kondisi saat ini, sekolah negeri itu berpusat di Kecamatan Cikole. Sementara beberapa kecamatan yang tidak ada sekolah negeri, bisa meloncat ke sekolah lain. Misalkan untuk Kecamatan Warudoyong, disitu tidak ada SMA Negeri.

“Di Gunungpuyuh, bila ada siswa yang memiliki SKTM, KIP dan KIS mau masuk ke SMPN 4 tapi mereka itu penuh, harus diberikan kesempatan untuk ke sekolah negeri lainnya. Karena, pemilihan sekolah ini tidak merata,” katanya.

Loading...

loading...

Feeds