Dua Remaja Asal Palabuhanratu Tewas Tenggelam di Sungai Leuwi Asin

Jenazah dua remaja dievakuasi dari sungai Leuwi Asin menuju kampung halamannya di Kampung Pasir Mangga, RT 7/3, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu, Rabu (19/6/19). Ist

Jenazah dua remaja dievakuasi dari sungai Leuwi Asin menuju kampung halamannya di Kampung Pasir Mangga, RT 7/3, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu, Rabu (19/6/19). Ist

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dua remaja asal Kampung Pasir Mangga, RT 7/3, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu, ditemukan tewas setelah tenggelam di sungai Leuwi Asin, tepatnya di Kampung Baru, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu, Rabu (19/6/19).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, dua remaja yang bernasib nahas itu ialah Abdul Manar (16) dan Abdul Latif (11).

Ketua Operasional dan Sumber Daya Manusia Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, Asep Edom Saepuloh mengatakan, sekira pukul 12.00 WIB, kedua korban turun berenang dengan menggunakan potongan pohon pisang sebagai pelampung.

Namun pohon pisang tenggelam akibat tidak kuat menanggung beban keduanya. Mereka pun turut tenggelam bersama pohon pisang itu.

“Kedua korban tidak bisa berenang. Jadi saat pohon pisang ini hanyut dan tenggelam, mereka pun turut terbawa,” jelas Asep kepada Radar Sukabumi, melalui telepon selulernya, Rabu (19/6/19).

Sebelum keduanya tenggelam, sambung Asep, beberapa temannya yang berada di pinggir sungai sempat melihat korban yang bernama Abdul Manaf melambaikan tangannya untuk meminta pertolongan.

“Teman-temannya sempat berupaya menolong korban, namun mereka tidak berhasil,” ujarnya.

Ketua Tim Search And Rescue Daerah (SARDA) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri Assidiq mengatakan, berdasarkan keterangan petugas di lapangan, korban bersama teman-temannya ini berangkat dari rumah untuk acara masak dan berenang di sungai Leuwi Asin.

“Dzuhur, mereka sempat melaksanakan salat secara bergantian. Usai salat, korban bernama Abdul Manar dan Abdul Latif berenang di sungai itu. Namun karena mereka tidak bisa berenang, akhirnya mereka hanyut dan terbawa arus,” jelasnya.

Ia menambahkan, kedua korban ditemukan tewas setelah tim SAR bersama Muspika Kecamatan Palabuhanratu dan warga sekitar menyisir sungai Leuwi Asin.

“Kedua korban ini, ditemukan mengambang sekira pukul 13.00 WIB dengan jarak lebih dari satu kilometer dari lokasi mereka tenggelam. Sekira pukul 18.30 WIB, kedua korban langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pojok Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds