30 Hektare Lahan Pertanian Padi di Kebonpedes Sukabumi Gagal Panen, Warga Beralih ke Palawija

Kepala Desa Jambenenggang, Ojang Apandi, saat menunjukan lahan pertanian warga yang ditanami tanaman palawija di Kampung Pasir Kambing, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja.

Kepala Desa Jambenenggang, Ojang Apandi, saat menunjukan lahan pertanian warga yang ditanami tanaman palawija di Kampung Pasir Kambing, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – 10 hektare lahan pertanian padi di wilayah Desa/Kecamatan Kebonpedes, gagal panen. Hal ini akibat saluran irigasi Sengkol, di Kampung Pasir Kambing, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja yang jebol setelah diterjang banjir bandang pada dua bulan lalu belum juga diperbaiki.

Kepala Desa Kebonpedes, Saepudin mengatakan, irigasi Sengkol selama ini digunakan warga untuk mengairi lahan pertanian di wilayah Desa Kebonpedes dan Desa Jambenenggang. Namun semenjak irigasinya jebol, lahan pertanian warga banyak yang mengalami rusak hingga berujung pada gagal panen.

“Irigasi ini mengairi lahan pertanian seluas 30 hektare. 20 hektare diantaranya pesawahan di Desa Kebonpedes dan 10 hektare lainnya area pertanian di Desa Jambenenggang,” jelas Saepudin kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Selasa (18/06/2019).

Mengantisipasi kekeringan, sambung Saepudin, pemerintah Desa Kebonpedes bekerjasama dengan warga setempat mengambil air dari irigasi Sengkol Pasir Kambing dengan menggunakan mesin pompa air.

“Namun upaya kami tidak membuahkan hasil yang maksimal. Lantaran mesin pompa air tidak kuat mendistribusikan air ke lahan seluas 30 hektare. Ya, akibatnya pertanian di desa kami pada musim panen ini mengalami gagal panen,” tandasnya.

Kepala Desa Jambenenggang, Ojang Apandi mengatakan, irigasi Sengkol merupakan irigasi yang selalu dimanfaatkan warga dua desa yang ada di Kecamatan Kebonpedes untuk mengairi lahan pertaniannya. Namun karena irigasi tersebut jebol, maka sebagian warga Desa Jambenenggang sementara waktu ini beralih dari padi ke tanaman palawija.

“Ini karena lahan pesawahan warga tidak terairi. Tanaman palawija ini tidak begitu membutuhkan air,” jelasnya.

loading...

Feeds