Diserang Hama Ulat, Petani Bengkuang di Jambenenggang Sukabumi Merugi

Hasil panen petani bengkuang di Kampung Kebonpedes, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes musim panen ini tidak maksimal akibat serangan ulat. Radar Sukabumi

Hasil panen petani bengkuang di Kampung Kebonpedes, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes musim panen ini tidak maksimal akibat serangan ulat. Radar Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Peralihan cuaca dari musim hujan ke musin kemarau menyababkan petani bengkuang di Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes mengalami kerugian akibat serangan hama ulat. Hasil panennya pun turun drastis.

Bahkan saat ini, banyak petani yang melakukan panen dini agar bisa tetap mendapatkan hasil. Seorang petani bengkuang di Kampung Kebonpedes, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Edi (48) mengatakan, sudah sepekan ini ia dan petani bengkuang terpaksa panen buah bengkuang meskipun bukan waktunya. Hal ini karena hama ulat menyebabkan daun tanamannya mengering.

“Kalau tidak segera dipanen, pasti banyak tanaman yang mati. Makanya kami terpaksa memanen buah bengkuang, meksipun belum pada waktunya,” jelas Edi kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group) seraya memperlihatkan buah bengkuah hasil panen raya bulan ini, senin (17/6/19).

Hasil panen bengkuang saat ini, sambung Edi, mengalami penurunan sekitar 60 persen dibanding dengan penen raya sebelumnya.

“Serangan hama ulat ini sering menyebabkan daun buah bengkuang mengering. Bahkan jika tidak diberikan obat, dapat menyebabkan tanaman bengkuang mati sebelum dipanen. Selain itu, serangan hama ini juga menyebabkan buah bengkuang mengecil,” imbuhnya.

Hal serupa dikatakan, Salman (45), warga Kampung Kebonpedes, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes. Menurutnya, saat ini seluruh petani bengkuang di wilayah Desa Jambenenggang mengalami kerugian, lantaran hasil panennya mengalami penurunan.

“Dari satu liter bibit buah bengkuang yang ditanam di lahan seluas 4 are, biasanya menghasilkan 1 ton sampai 1,3 ton. Namun karena banyak diserang hama, hasil panennya menurun sekitar 4 sampai 5 kwintal,” jelasnya.

Loading...

loading...

Feeds