Ayah di Sukabumi Ini Tega Garap Anak Kandungnya Sendiri

Polres Sukabumi Kota saat memberikan keterangan resmi terkait kasus pencabulan kepada anak dibawah umur yang dilakukan ayah kandungnya sendiri berinisial A (48). Radar Sukabumi

Polres Sukabumi Kota saat memberikan keterangan resmi terkait kasus pencabulan kepada anak dibawah umur yang dilakukan ayah kandungnya sendiri berinisial A (48). Radar Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dengan alasan khilaf, A (48), ayah empat anak asal Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, tega melakukan tindakan tak senonoh kepada anaknya sendiri yang masih berusia di bawah umur, 8 tahun.

Bahkan, kekhilafannya itu dilakukan hingga dua kali saat anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar terlelap tidur dalam waktu yang berbeda.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, saat ini pihaknya telah berhasil mengamankan pelaku. Kepada petugas, pelaku mengakui telah melakukannya kurang lebih sebanyak dua kali saat korban sedang tertidur.

“Setelah medapatkan laporan dari kakak korban, kami langsung melalukan penangkapan danpenyidikan. Dari pengakuan pelaku, aksi itu dilakukan selama dua kali saat anak kandungnya itu tertidur,” terangnya kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group) dalam keterangan resminya, kamis (13/6/19).

Selain itu, pelaku mengakui melakukanperbuatankejinya ini berdasarkan nafsu. Bapak anak empat ini, telah ditinggalkan kerja oleh istrinya ke luar negeri delapan bulan ke belakang. Korbansendirimerupakananak ketiga dari empat bersaudara.

“Perbuatan ini terungkap, saat korban menceritakan aksi ayah kandungnya ini kepada kakak korban karena mengalami rasa gatal-gatal pada kemaluannya. Awalnya tidak mengakui, namun setelah didesak akhirnya korban mengakui. Kemudian, kakak korban melaporkannya,” sebutnya.

Sebagai barang bukti, polisi telah mengamankan pakaian korban. Kemudian mendapatkan keterangan dari para saksi serta hasil visum awal yang menunjukkan bahwa keterangan antara korban dan saksi sesuai.

“Dengan keterangan dari terlapor sendiri serta barang bukti dan petunjuk yang ada, maka patut diduga telah terjadi dugaan tindak pidana menyetubuhi anak dibawah umur dan atau perbuatan cabul,” sambungnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kepolisian mengenakan pasal Pasal 76 D Jo Pasal 82 dan atau Pasal 76 E Jo Pasal 82 Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Barang bukti berupa satu set pakaian korban, dan saat ini korban sedang dalam tahap pendampingan, serta mendapatkan treatment khusus,” tutupnya.

(RS/upi/izo/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds