Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Panggeleseran Kembali Turun

Seorang pedagang daging ayam di pasar tradisional Panggeleseran saat melayani pembeli. Radar Sukabumi

Seorang pedagang daging ayam di pasar tradisional Panggeleseran saat melayani pembeli. Radar Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Pasca Idul Fitri, harga daging ayam potong di Pasar Tradisional Panggeleseran, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar berangsur turun. Penyebabnya stok barang saat ini melimpah, sementara pembeli menurun.

Seorang pedagang daging ayam di pasar tersebut, Mamun Muhaejirin (37) mengatakan, penurunan harga ayam ini dipengaruhi oleh banyaknya stok daging dari para tengkulak. Terlebih lagi, pembeli daging ayam pasca Lebaran Idul Fitri, mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Bulan puasa kemarin, harga daging ayam perkilo Rp38 ribu sampai Rp40 ribu. Namun sekarang harganya turun menjadi Rp35 ribu perkilogram,” kata Mamun kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Rabu (12/06/2019).

Penurunan harga daging ayam ini, sambung Mamun, sudah menjadi hal biasa di pasar tradisional Panggelesaran setiap selesai Idul Fitri selalu turun setiap tahunnya.

“Penurunan harga daging ayam potong ini sejak tiga hari kemarin,” paparnya.

Masih di tempat yang sama, Rudiansyah (29) warga Kampung Talagasari, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh menjelaskan, penurunan harga daging ayam ini akibat pasokan ayam yang melimpah di pasaran. Terlebih lagi, saat ini banyak ternak ayam yang panen.

“Meskipun harga daging ayam menurun, namun ini tidak mudah untuk dijual. Biasanya sehari saya bisa menghasilkan sekitar Rp2,5 juta. Namun saat ini hanya Rp1,8 juta perhari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan dan Tertib Niaga DPKUKM Kabupaten Sukabumi, Ela Nurlaela menjelaskan, penurunan harga daging ayam ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya akibat banyaknya pasokan daging ayam yang didistribusikan olah para tengkulak ke pedagang di setiap pasar tradisional.

“Maka tidak heran, bila saat ini harga daging ayam mulai stabil. Lantaran stok dagingnya sangat banyak. Terlebih lagi, warga yang membeli daging ayam sangat menurun dibandingkan bulan puasa dan lebaran kemarin,” pungkasnya.

(RS/Den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds