Musim Kemarau Mulai Mengancam Kota Sukabumi

Ilustrasi Kemarau

Ilustrasi Kemarau

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor telah usai pertanggal 31 Mei. Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai memasang kuda-kuda untuk mempersiapkan musim kemarau.

Kepada Radar Sukabumi, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain mengungkapkan, masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Kota Sukabumi sudah usai. Artinya, secara menajemen kebencanaan kembali pada situasi normal.

“Ya sudah usai mulai 31 Mei. Sekarang ini masuk pada situasi normal kembali. Tapi bukan dalam artian aman-aman saja, kami terus mengamati potensi alam,” jelasnya kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Selasa (11/06/2019).

Kendati belum masuk pada musim kemarau, lanjut Zul sapaaan karib Zulkarnain, pihaknya telah mempersiapkan berbagai hal bilamana nantinya masuk pada musim kemaru. Sepertihalnya mematakan daerah rawan kekeringan dan yang lainnya.

“Dari pemetan tahun-tahun sebelumnya, belasan kelurahan di Kota Sukabumi rawan kekeringan, baik yang kesulitan mendapatkan air bersih maupun membutuhkan untuk mengairi lahan pertaniannya,” ujarnya.

Adapun belasan kelurahan yang rawan kekeringan tersebut terdiri atas Kelurahan Cisarua di Kecamatan Cikole, Kelurahan Gunung Puyuh, Kelurahan Karamat dan Kelurahan Karang Tengah di Kecamatan Gunung Puyuh.

Kemudian Kelurahan Sukakarya di Kecamatan Warudoyong, selanjutnya Kelurahan Nanggeleng dan Cikondang di Kecamatan Citamiang, Kelurahan Baros dan Jayamekar di Kecamatan Baros, Kelurahan Babakan, Cibeureum Hilir dan Sindangpalay di Kecamatan Cibeureum, serta Kelurahan Cipanengah, Sindangsari dan Cikundul di Kecamatan Lembursitu.

“Dari belasan daerah yang rawan kekeringan itu, terbagi menjadi dua kategori yakni kesulitan mendapatkan air bersih seperti di Kelurahan Cisarua, Karamat, Nanggeleng, Baros, Cibeureum Hilir, Babakan dan Cipanengah. Antisipasi terus kami lakukan seperti melakukan perbaikan saluran irigasi maupun berkoordinasi dengan intansi lain seperti dengan PDAM untuk menyalurkan air bersih ke permukiman warga yang kesulitan mendapatkan air bersih,” pungkasnya.

Sementara itu, di beberapa daerah di Indonesia terjadi banjir. Di sisi lain, beberapa daerah sudah tidak hujan atau memasuki masa kemarau. Anomali ini menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemarau tidak terjadi bersamaan di seluruh tanah air.

Loading...

loading...

Feeds