Mudik Lebaran, PKL di Jalur Utara Sukabumi Mulai Ditertibkan

Satpol PP Kabupaten Sukabumi saat menertibkan PKL yang menggunakan bahu jalan untuk berjualan, selasa (28/5/19). Ist

Satpol PP Kabupaten Sukabumi saat menertibkan PKL yang menggunakan bahu jalan untuk berjualan, selasa (28/5/19). Ist

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Mengantisipasi terjadinya kemacetan di ruas jalur Utara Sukabumi pada musim mudik nanti, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi mulai menertibkan para Pedagang Kaki Lima (PKL). Untuk sementara, para PKL hanya diberikan teguran supaya lapak dagangannya tidak menganggu fungsi jalan.

Pantauan Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), dalam operasi menjelang Idul Fitri ini, Satpol PP bekerja sama dengan aparat kepolisian dan juga Dinas Perhubungan (Dishub).Kegiatan ini merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sukabumi nomor 3 tahun 2018 tentang perubahan atas Perda nomor 10 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

“Operasi ini kami pusatkan dibeberapa titik yang rawan terjadinya kemacetan. Ya benar, ini dalam upaya memperlancar arus mudik nanti,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Sukabumi, Acep Saepudin saat menghubungi Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Selasa (28/05/2019).

Acep mengaku, berdasarkan pemetaan yang dilakukan, sedikitnya ada enam titik yang rawan terjadinya kemacetan di wilayah Kabupaten Sukabumi ini. Ialah jalan Palabuhan II di pasar Pangleseran Cikembar, Pasar Cisaat, pasar Cibadak, pasar Parungkuda, pasar Cicurug dan juga jalur Palabuhanratu.

“Dan itu salah satu penyebabnya adalah keberadaan para PKL yang menggunakan badan jalan ini. Dalam operasi ini, kami lakukan upaya preventif terlebih dahulu,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Lembaga Analisa dan Transparansi Anggaran Sukabumi (Latas), Febriansyah menuturkan, Satpol PP perlu menindak tegas para pedagang yang melanggar aturan.

“Ya pengguna jalan perlu diberikan haknya. Pedagang juga harus diperhatikan pemerintah, terlebih lagi sekarang ini akan menghadapi Idul Fitri,” tutur Febri.

Akibat maraknya para PKL di pasar tersebut, tentunya membuat tidak nyaman pejalan kaki dan juga pengendara karena mereka terpaksa mengalah. Terlebih saat ini banyak PKL yang memasang canopi di area trotoar. “Jika dibiarkan tentunya akan tambah semrawut dan merampas hak pengguna jalan,” paparnya.

Untuk itu, Febri meminta Pemkab Sukabumi mencarikan solusi yang tepat agar semua pihak diperhatikan hak-haknya. Jangan sampai kondisi itu berkelanjutan dan menimbulkan ketidak nyamanan para pengguna jalan.

“Menyikapi persoalan ini tentunya harus ada langkah kongkrit dari pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Jangan sampai terkesan ada pembiaran,” pungkanya.

Belum lama ini juga, Pengawas Pada Kacida, M Sarif Hidayat Kulyubi Aljabarullah mengaku sepakat dengan adanya rencana penertiban para PKL ini. Ia menyadari, keberadaan para PKL ini berdampak selain terhadap kenyamanan pejalan kaki, juga kerap menimbulkan kemacetan.

“Kami sangat mendorong pemerintah dalam penertiban PKL di Cibadak ini. Karena memang hampir sepanjang trotoar digunakan para PKL,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebenarnya sudah beberapa kali wacana penertiban PKL tersebut. Namun hingga saat ini tidak ada bukti nyata dari pihak pemerintah. Sehingga para PKL kini kian menjamur di sepanjang trotoar.

“Maka dalam hal ini pemerintah jangan hanya membuat wacana penertiban saja. Tapi harus dengan realisasinya,” pungkasnya.

(RS/Bam/den/pojokjabar)

loading...

Feeds