Selewengkan Dana Desa, Dua Oknum Kades di Sukabumi Terancam ‘Dimiskinkan’

Tim penyidik Kejari Kabupaten Sukabumi saat melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka Tipikor.

Tim penyidik Kejari Kabupaten Sukabumi saat melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka Tipikor.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi menuntut dua oknum kepala desa (kades) yang diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dengan hukuman penjara masing-masing 6,5 tahun. Selain penjara, keduanya juga terancam ‘dimiskinkan’.

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Sukabumi, Da’wan Manggalupang mengatakan kedua Kades yang terlibat kasus dugaan korupsi itu ialah Kades Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Yosef Lesmana. Ia diduga menilep dana ADD dan DD untuk kepentingan pribadi.

Sehingga dalam tuntutannya, pihaknya menuntut dengan hukuman penjara 6,5 tahun juga dibebankan uang pengganti sebesar Rp 551 juta atas dugaan kerugian negara.

“Apabila tak mampu membayarnya dalam jangka waktu satu bulan setelah keputusan pengadilan, maka hartanya dapat disita dan dilelang untuk mengganti uang pengganti tersebut. Itu yang menjadi tuntutan kita dalam persidangan di Pengadilan Negeri Khusus Tipikor,” kata Da’wan kepada wartawan, senin (27/5/19).

Bahkan selain itu, apabila harta bendanya yang dilelang juga tidak cukup untuk menggantikan kerugian negara, maka akan menebusnya dengan kembali mendekam di balik jeruji besi maksimal tiga tahun tiga bulan.

“Terdakwa juga kami tuntut membayar denda Rp200 juta dengan subsidiair enam bulan kurungan penjara,” ulasnya.

Sementara terdakwa kedua yakni Kades Pagelaran, Kecamatan Purabaya, Enung Nuryadi. Sama halnya Yosef, Enung juga diharuskan mengganti uang Rp 636 juta. Jika harta bendanya tidak cukup, maka akan diganti dengan pidana selama tiga tahun tiga bulan.

“Terdakwa kedua juga sama, dituntut membayar denda Rp200 juta subsidiair enam bulan kurungan penjara,” tandasnya.

Loading...

loading...

Feeds