Rawan Aksi Begal, Dishub Kabupaten Sukabumi Segera Pasang PJU di Nyalindung

Jalan Raya Nyalindung - Sagarenten rawan aksi begal lantaran minim PJU dan jauh dari pemukiman warga.

Jalan Raya Nyalindung - Sagarenten rawan aksi begal lantaran minim PJU dan jauh dari pemukiman warga.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Peristiwa kriminal yang kerap terjadi di Jalan Raya Nyalindung – Sagaranten mencuri perhatian semua pihak. Baru-baru ini, seorang warga Kampung Babakan Bandung, RT 2/4, Desa Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi menjadi korban begal di jalan Kampung Cigaluga, RT 12/6, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung.

Mengantisipasi tindakan yang sama, Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi akan memasang beberapa Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini, kami akan pasang dua sampai tiga PJU di lokasi itu,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Lukman Sudrajat kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Jum’at (24/05/2019).

Saat ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi tengah melayangkan surat permohonan kepada Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat untuk segera membangun PJU di jalan raya tersebut.

“Status jalan itu berada di bawah pengawasan pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun kita akan berupaya maksimal agar di lokasi rawan kriminal itu dipasang PJU,” bebernya.

Disinggung mengenai waktu pemasangan PJU, pihaknya belum mengetahui kapan PJU itu dipasang. Ia beralasan anggaran untuk pemasangan PJU ini dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sementara kita hanya menyediakan petugasnya saja untuk membantu pemasangan,” tandasnya.

Seorang warga Kampung Legok Areuy, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Bimo (40) mengatakan, di Jalan Raya Nyalindung – Sagaranten ini terdapat dua titik yang kerap terjadi aksi kriminal. Yakni di Kampung Legok Areuy dan Kampung Cigaluga, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung.

“Didua lokasi ini, sering ada korban pembegalan. Hal ini karena minimnya PJU. Terlebih lagi, hampir disepanjang Jalan Raya Nyalindung – Sagarenten lokasinya jauh dengan pemukiman penduduk,” katanya.

(RS/den/pojokjabar)

loading...

Feeds