Stok Logistik di Posko Pengungsian Korban Pergerakan Tanah di Nyalindung Mulai Menipis

Anak-anak korban pergerakan tansh saat diajak bermain di tenda pengungsian.

Anak-anak korban pergerakan tansh saat diajak bermain di tenda pengungsian.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Stok logistik di posko pengungsian korban pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Kedusunan Liunggunung, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung saat ini mulai menipis.

Berdasarkan data yang tercatat di pemerintah Desa Kertaangsana, saat ini stok beras tinggal 900 kilogram, telur ayam 49 kilogram, mie instan 224 dus dan minyak goreng tinggal 200 liter.

“Stok logistik untuk kebutuhan pokok korban pergerakan tanah, terutama beras hanya akan mencukupi untuk dua hari kedepan. Begitupun persediStok logistik di posko pengungsian korban pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Kedusunan Liunggunung, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung saat ini mulai menipis.an Sembako lainya sangat menipis,” jelas Kepala Desa Kertaangsana, Agus Sudrajat kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Rabu (22/05/2019).

Selain logistik, sambung Agus, panitia lokal bencana pergerakan tanah juga mengalami kekurangan dana siap pakai untuk penanganan pengungsi atau pemenuhan kebutuhan dasar di posko pengungsian.

“Apalagi saat ini retakan tanah di lokasi bencana semakin meluas. Sehingga, dana siap pakai untuk penanganan sangat kita butuhkan,” bebernya.

Korban yang terdampak dari pergerakan tanah tersebut saat ini terdapat 161 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 482 jiwa. 37 KK diantaranya mengungsi di tenda darurat, 2 KK ngontrak, 65 KK mengungsi di rumah keluarga, 5 KK di Masjid Gunungbatu dan 1 KK di rumah Ketua RT setempat.

“Untuk memenuhi kebutuhan korban pergerakan tanah, kami panitia lokal setiap harinya mendistribusikan bantuan sembako baik dalam bentuk makanan siap saji maupun mentahnya dengan jumlah yang sama kepada setiap kepala keluarga,” imbuhnya.

Sebab itu, ia berharap kepada Pemda Kabupaten Sukabumi dan juga para dermawan agar memberikan bantuan kepada ratusan korban yang terdampak dari bencana alam ini.

“Kami berharap ada lagi donatur yang peduli untuk memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi. Terlebih lagi, kebutuhan pokok pada bulan suci Ramadan meningkat,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds