Terancam Putus, Akses Jalan Nyalindung Bakal Direlokasi

Jalan yang melintasi Kampung Gunungbatu, Kedusunan Liunggunung, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung berbahaya bagi pengguna jalan.

Jalan yang melintasi Kampung Gunungbatu, Kedusunan Liunggunung, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung berbahaya bagi pengguna jalan.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan membangun akses lalu lintas baru di Jalur Nyalindung – Sagaranten, tepatnya di kawasan Desa Pasirsalam, Kecamatan Nyalindung.

Pasalnya, akses jalan saat ini yang berada di lokasi Kampung Gunungbatu, Kedusunan Liunggunung, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung terancam putus akibat bencana pergerakan tanah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Asep Japar mengatakan, pihaknya bersama Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pelayanan II Sukabumi Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat sudah meninjau ke lokasi bencana pergerakan tanah.

Alhasil, poros jalan di lokasi itu terancam putus dan tidak laik dilalui kendaraan. “Sekarang kondisi jalur itu kian memprihatinkan. Selain retakan jalan semakin meluas, juga banyak badan jalan yang amblas,” jelas Asep kepada Radar Sukabumi melalui telepon selularnya, rabu (15/5/19).

Karena kondisi sekarang membahayakan bagi pengendara, sambung Asep, maka ia bersama Pemprov Jawa Barat akan membangun akses jalan sepanjang 3,8 kilometer dengan lebar sekitar 6 meter. Ini supaya bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat dan aktivitas warga berjalan normal kembali.

“Sementara untuk anggaranya, belum diketahui secara pasti, saat ini masih dalam kajian dari Dinas Bina Marga Provinsi,” paparnya.

Kepala Desa Kertaangsana, Agus Sudrajat mengatakan, akses jalan yang akan dibangun untuk mengalihkan perlintasan Jalan Raya Nyalindung – Sagaranten ini lahannnya merupakan milik pemerintah yang dikelola oleh PT Pasirsalam.

“Rencananya, bila jalan ini sudah dibangun, maka lalu lintas akan masuk mulai dari PT Pasirsalam sampai Kampung Cimenteng,” katanya.

Saat ini retakan tanah yang menyebabkan jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut tidak bisa dilintasi oleh kendaraan yang bermuatan lebih dari 5 ton. Lantaran, retakan tanah di jalan tersebut semakin meluas mulai dari 1 meter sampai 3,5 meter.

“Kami bersama pemerintah Kecamatan Nyalindung telah mengeluarkan himbauan kepada para pengguna kendaraan berat agar tidak melintasi jalan ini. Karena memang kondisinya berbahaya,” timpalnya.

Saat ini, sejumlah petugas gabungan masih berjaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas.

“Mereka saat ini masih berjaga selama 1×24 jam secara bergiliran. Untuk keamanan bersama, saat ini pengguna jalan, khususnya kendaraan berat dilarang melintasi jalur,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

loading...

Feeds