Tertimpa Dahan Mahoni, Warga Warungkiara Sukabumi Meninggal Dunia

Jenazah korban saat hendak dimakamkan di TPU Kampung Cigombong RT 03/08, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, selasa (14/5/19). Ist

Jenazah korban saat hendak dimakamkan di TPU Kampung Cigombong RT 03/08, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, selasa (14/5/19). Ist

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Nahas nasib Samsul Ramdani (39), warga Kampung Lio, RT 05/01, Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara. Ia meregang nyawa setelah tertimpa dahan mahoni di perlintasan Kampung Cigombong, Jalan Palabuhanratu KM 29, RT 03/08, Desa Warungkiara, sekira pukul 06.30 WIB selasa (14/5/19). Suara tangis pun pecah saat jenazah tiba di rumah duka.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), kejadian maut ini bermula saat Samsul hendak mengantarkan sang isteri, Santi (34) ke tempat kerjanya di wilayah Pangleseran, Kecamatan Cikembar dengan mengendarai sepeda motor bernopol F 4946 UHA.

Saat melintasi tempat kejadian, tiba-tiba dahan mahoni yang diperkirakan berdiameter 50 centimeter patah dan menimpa korban. Kapolsek Warungkiara, AKP Ridwan Isak mengatakan, korban bersama isterinya langsung tak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Warga saat itu yang berada di sekitaran lokasi, langsung membawa keduanya ke Puskesmas, tak jauh dari lokasi kejadian.

“Petugas kami turut mengevakuasi korban. Saat di lokasi kejadian, kedua korban masih dalam keadaan hidup,” ujar Ridwan kepada wartawan.

Akibat tertimpa dahan yang usianya tua itu, kedua korban mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Sehingga korban atas nama Samsul, nyawanya tak bisa tertolong.

“Sementara sang isteri, kondisinya kritis dan langsung dirujuk ke RSUD Sekarwangi,” imbuhnya.

Perwira menengah itu tidak mengetahui secara pasti lokasi meninggalnya korban. Karena berdasarkan pemeriksaan petugas, saat masih di tempat kejadian korban masih dalam keadaan bernafas.

“Apakah di perjalanan atau di Puskesmas, kami tidak tahu percis. Yang jelas, korban atas nama Samsul meninggal dunia dalam insiden ini. Jenazah korban pun langsung dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan,” tandasnya.

Sementara itu, Paman korban, Mustopa (60) menegaskan, keponakannya itu meninggal di lokasi kejadian sementara Santi mengalami luka di bagian leher.

“Pagi-pagi saya terima telepon dari ojeg bahwa keponakan saya mengalami kecelakaan di depan Pasar Cigombong akibat tertimpa dahan pohon,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini kondisi Santi masih dalam keadaan kritis dan tengah menjalani perawatan secara intensif di ruang ICU RSUD Sekarwangi.

“Kami seperti tersambar petir mendengar peristiwa ini.

Mohon doanya semoga almarhum diterima di sisiNya dan yang sedang dirawat segera sembuh,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

loading...

Feeds