Prediksi Lonjakan Pemudik di Terminal Tipe A Kota Sukabumi 0,5 Persen

Sejumlah bus AKDP di Terminal Tipe A KH. Ahmad Sanusi terlihat berjejer menunggu penumpang.

Sejumlah bus AKDP di Terminal Tipe A KH. Ahmad Sanusi terlihat berjejer menunggu penumpang.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Menjelang arus mudik Idul Fitri 1440 Hijriyah, Terminal Tipe A KH. Ahmad Sanusi Kota Sukabumi sudah melakukan berbagai persiapan. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadi lonjakan penumpang.

“Kita memprediksikan lonjakan penumpang akan terjadi pada H-5 dan H+5 Idul Fitri, kenaikan penumpang sekitar 0.5 persen,” ujar Kepala Terminal Tipe A Kota Sukabumi, Yukky Rahmat Yunus, selasa (14/5/19).

Lonjakan penumpang itu kata Yukky diprediksikan untuk angkutan trayek Jawa tengah dan Jawa Timur. Untuk itu pihaknya menyiapkan bus cadangan untuk ke luar Jawa Barat.

“Makanya kami terus melakukan koordinasi dengan perusahaan bus dan intansi perhubungan baik di provinsi ataupun nasional, terutama untuk bus cadangan,” ujarnya.

Saat ini sambung dia, frekuensi bus yang keluar masuk terminal tipe A masih normal yakni sekitar 250 unit perhari. Sebagai bentuk persiapan menyambut arus mudik dan arus balik, Yukky dan jajarannya terus berkoordinasi secara internal maupun dengan pemda dan Pemprov Jabar serta para pengurus bus.

“ Kita pantau dan siaga untuk menghadapi arus mudik dan balik,” terangnya.

Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan para penumpang saat arus mudik kata Yukky pihaknya sudah memasang stiker angkutan lebaran. Artinya bus yang sudah diberikan stiker itu sudah melalui proses tahapan pegecekan sehingga bisa dikatakan laik jalan.

“Selain itu kami aktif menyampaikan sosialisasi kepada perusahaan jasa angkutan bus tentang kelaikan mobil dan kelengkapan surat-surat kendaraan,” tambahnya.

Di terminal tipe A Sukabumi, semua armada bus yang masuk dan keluar harus menjalani ramp check atau uji kelaikan. Dengan adanya uji itu bisa menjamin kenyamanan dan keamanan bus yang akan melayani penumpang.

“Kami utamakan pemeriksaan pada surat uji kir, SIM pengemudi, dan STNK. Tidak ada bus yang berangkat dari sini tidak memiliki surat kir karena semua kendaraan telah melewati rampcheck,” pungkasnya.

(RS/bal/pojokjabar)

loading...

Feeds