Berlubang dan Rawan Amblas, Jembatan di Sukabumi Ini Minta Diperbaiki

Pengendara roda dua saat melintasi jembatan Ulu-ulu yang rawan amblas di Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, senin (13/5/19). Radar Sukabumi

Pengendara roda dua saat melintasi jembatan Ulu-ulu yang rawan amblas di Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, senin (13/5/19). Radar Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Warga Desa Cisarua dan Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja berharap jembatan penghubung wilayahnya segera diperbaiki. Pasalnya kondisi jembatan saat ini sudah rusak parah dan khawatir mengancam keselamatan warga yang melintas.

Pantauan Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), jembatan itu berada di Kampung Ulu-ulu, RT 05/04, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja. Jembatan yang menghubungkan dua desa ini, sekarang kondisinya kian memprihatinkan.

Selain berlobang, jembatan yang memiliki lebar sekitar 5 meter ini, dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan pengendara lalu lintas. Seorang warga setempat, Pian (35) mengatakan, kondisi jembatan yang melintasi sungai Cibanteng ini, mengalami jebol sepanjang dua meter.

“Jembatan Ulu-ulu ini jebol sejak dua bulan lalu,” jelas Pian kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Senin (13/05/2019).

Saat ini, masyarakat dan para pengguna jalan terus dihantui rasa was-was. Pasalnya, jembatan yang merupakan satu-satunya akses warga menuju sentral publik tersebut bila tidak segera diperbaiki terancam ambruk.

“Memang tanah di sini kondisinya labil. Bahkan pada April 2017 lalu, pernah terjadi bencana longsor hingga menggerus satu banguan warung jongko milik warga dan lining jembatan sepanjang 8 meter dan lebar 1,5 meter ambruk,” paparnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat segera turun tangan dan memperbaikinya.

“Jika tidak segera diperbaiki, kami khawatir jembatan ini akan amblas terkikis air sungai Cibanteng. Terlebih, jika musim hujan tiba, air selalu meluap dari Sungai Cibanteng yang berasal sungai Gunung Gede,” tandasnya.

Seorang warga Kampung Bunisari, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Yudi Mardian (29) mengatakan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, warga sekitar memasang bambu di lokasi lobang jembatan. Hal ini dimaksudkan agar pengendara roda dua maupun roda empat tidak melintasi lobang di jembatan tersebut.

“Kalau siang, para pengendara bisa menghindari lobang jembatan itu. Namun, kalau malam hari banyak pengendara roda dua yang terperosok. Lantaran, selain tidak adanya penerangan jalan umum juga, lokasi lobang berada di tikungan tajam,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds