Tongkang Pengangkut Batu Bara Karam di Teluk Palabuhanratu, Pemilik Belum Tanggung Jawab

Kapal tongkang pengangkut batu bara diduga karam setelah dihantam gelombang pasang pada pekan kemarin.

Kapal tongkang pengangkut batu bara diduga karam setelah dihantam gelombang pasang pada pekan kemarin.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Keberadaan kapal tongkang pengangkut taru bara di Teluk Palabuhanratu sepertinya layak dievaluasi. Belum lama ini, dua tongkang terlibat tabrakan di pantai Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu. Akibatnya, batu bara pun karam dan menyatu dengan air laut hingga mengancam pada pencemaran lingkungan.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), diketahuinya kapal pengangkut batu bara ini tabrakan hingga karam setelah warga kampung Cipatuguran, RT 02/21, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu menemukan banyak batu bara di pesisir pantai.

Diduga kuat, batu bara itu terbawa gelombang saat pasang. Air laut di sekitaran pantai ini pun sedikit berubah. Warga yang biasa berenang di pantai ini, sekarang tidak lagi berani lantaran khawatir berdampak buruk bagi kesehatan.

Batu-Bara-di-Sukabumi

Warga sekitar mengumpulkan batu bara yang terseret ombak di pantai Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu.

Warga yang mendapati kejadian itu, langsung melaporkan kepada manajemen perusahaan. Akhirnya pertemuan pun digelar dan pihak perusahaan berjanji akan bertanggung jawab. Namun ironsinya, meskipun kejadian sudah satu pekan lebih, hingga kini belum ada tindakan tanggung jawab dari pemilik kapal.

“Masyarakat sudah kami himbau supaya tenang dulu, karena sampai saat ini belum ada juga jawaban yang pasti. Agent kapal tongkang pada pertemuan Senin minggu lalu akan mengkonfirmasi dulu kepada si pemilik kapal tongkang,” ujar Ketua RW 21, Ujang Sudira kepada wartawan di lokasi kejadian.

Loading...

loading...

Feeds