Tebing Sungai Cipelang Gede Longsor, Dua KK Harus Segera Dievakuasi

Karna, warga Kampung Warung Kalapa, RT 01/01, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu saat menunjukan lokasi longsor. Radar Sukabumi

Karna, warga Kampung Warung Kalapa, RT 01/01, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu saat menunjukan lokasi longsor. Radar Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dua rumah milik Ajat (51) dan Ahmad (60), yang berlokasi di Kampung Warung Kalapa, RT 01/01, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu terancam tergerus longsor.

Lantaran, rumah dua kepala keluarga ini berada di bibir tebing sungai Cipelang Gede yang beberapa waktu lalu mengalami longsor.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), tebing setinggi tebing setinggi 15 meter dengan lebar 20 meter ambruk seketika pada Selasa (30/4) lalu.

Akibatnya, dua rumah milik warga setempat juga terancam ambruk ke sungai Cipelang Gede. Walaupun lokasi tersebut sudah dipasangi garis polisi, namun dua kepala keluarga itu masih mendiami rumah yang berada dibibir sungai tersebut.

Kepada Radar Sukabumi, Karna (35) warga sekitar menceritakan awal mula terjadinya longsoran tebing sungai Cipelang Gede tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03:00 WIB dini hari.

Saat itu dirinya mendengar suara cukup keras disekitar tebing itu, setelah dicek ternyata tebing setinggi 15 meter dengan lebar 20 meter ambruk dan mengancam rumah warga.

“Kejadiannya dini hari, sekitar pukul 03:00 WIB. Ada suara keras dulu, sontak warga sekitar terbangun dan melihat ke lokasi longsoran ini,” jelasnya kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Rabu (01/05/2019).

Sebelum longsor, lanjut Karna, rumah yang terancam longsor ini lokasinya jauh dari tebing sungai. Namun karena longsor itu, rumah milik Ajat dan Ahmad itu berada dibibir tebing. Dirinya berharap, pemerintah segera melakukan tindakan agar warga sekitar dapat tenang.

“Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi, karena memang saat ini kami selalu dihantui kecemasan pasca ambruknya tebing Sungai Cipelang Gede ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Deaerah (BPBD) Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan mengungkapkan, saat ini pihaknya melakukan pengurangan resiko bencana atau mitigasi bencana di daerah tersebut. Sebab, sejumlah pemukiman warga di atas tebing dekat sungai Cipelang Gede itu memiliki resiko yang sangat tinggi jika terus menerus berada di area tersebut.

“Kami sudah melakukan musyaawarah dengan berbagai pihak, saat ini kami memfokuskan untuk pencegahan karena memang jika terus dibiarkan pemukiman disekitar tebing itu terancam,” ungkapnya.

Adapun tentang evakuasi, lanjut Asep, pihkanya perlu melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan instansi lain. Terutama Balai Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sukabumi untuk membicarakan rencana tindak lanjut dan solusi bagi warga disekitar lokasi.

“Kami segera koordinasi dengan PSDA, karena lokasi itu kewenangannya. Data dan laporan soal kejadian ini segera saya laporkan juga ke PSDA,” singkatnya.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds