Waspada Gelombang Tinggi di Pesisir Pantai Selatan Sukabumi

Puluhan perahu congkreng nelayan di Pantai Ujunggenteng Bagal Baterai, Desa Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, ditambatkan karena cuaca akstrem
Puluhan perahu congkreng nelayan memilih tidak beroperasi karena tinggi gelombang di perairan Laut Selatan Sukabumi. Radar Sukabumi

Puluhan perahu congkreng nelayan di Pantai Ujunggenteng Bagal Baterai, Desa Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, ditambatkan karena cuaca akstrem Puluhan perahu congkreng nelayan memilih tidak beroperasi karena tinggi gelombang di perairan Laut Selatan Sukabumi. Radar Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Selatan Sukabumi khususnya Palabuhanratu agar meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya di perairan ini diprediksi gelombang akan mengalami peningkatan mulai Senin hingga hari ini.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir pantai Selatan Sukabumi dan sekitar area pantai yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” jelas Staff Observasi BMKG Bandung, Arif kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, rabu (17/4/19).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya dari Barat Laut sampai Timur Laut dengan kecepatan 3 hingga 20 knot. Sedangkan di wilayah selatan Indonesia umumnya dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan 3 sampai 20 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, Laut Sawu bagian selatan, Perairan selatan Kepulauan Tanimbar dan Laut Arafuru.

“Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. Sementara untuk prakiraan perairan tinggi gelombang di wilayah perairan Jawa Barat pada 17 sampai 18 April mencapai 1,5 meter hingga 4 meter,” ujarnya.

Untuk itu, kondisi ini perlu diperhatikan secara serius terkait resiko tinggi terhadap gelmobang pasang air laut tersebut. “Saya harap warga agar selalu mengikuti perkembangan informasi yang diberikan oleh BMKG dengan cara mendownload di playstore aplikasi infoBMKG,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi Okih Fajri Assidik mengatakan, saat ini kondisi air di perairan teluk Palabuhanratu masih dinilai aman dan tidak terlihat gelombang tinggi selama satu pekan terakhir.

Meski begitu, pihaknya selalu memberikan himbauan kepada seluruh warga yang tinggal di pesisir laut Selatan Sukabumi dan para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaannya, sesuai dengan himbaun dari BMKG.

“Untuk di perairan teluk Palabuhanratu, saat ini tinggi gelombang hanya berkisar 1 meter sampai 1,5 meter. Saya selalu menghimbau kepada para nelayan yang pergi melaut. Apalagi, yang berlayar ke perairan laut lepas Jawa Barat Selatan,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

loading...

Feeds