Jumlah Kasus DBD di Gunungguruh Sukabumi Meningkat

Ilustrasi DBD

Ilustrasi DBD

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Berdasarkan data dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Gunungguruh, terhitung dari awal Januari sampai Maret 2019, terdapat 5 warga yang terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Diantaranya, 3 warga dinyatakan positif DBD dan dua warga lainnya suspek. Itu artinya kasus DBD di Kecamatan Gunungguruh, meningkat sekitar 10 persen.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka tersebut meningkat dari jumlah kasus DBD periode awal Januari sampai Maret 2018 yang hanya mencapai 3 kasus dan dinyatakan positif terjangkit DBD.

Kepala Puskesmas Kecamatan Gunungguruh, Lilih Resmiati mengatakan, peningkatan angka kasus DBD di Kecamatan Gunungguruh ini, dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan iklim dari musim kemarau ke musim hujan, kepadatan mobilitas penduduk dan kesadaran pola hidup besih dan sehat (PHBS) yang masih rendah.

“Cuaca ekstrim kali ini, berpengaruh besar terhadap peningkatan jumlah kasus DBD tahun ini,” jelas Lilih kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Kamis (05/04/2019).

Untuk itu, dalam upaya penanggulangan lonjakan jumlah kasus DBD ke depan, Puskesmas Kecamatan Gunungguruh secara intensif melakukan penyuluhan tentang bahaya DBD keseluruh daerah yang dianggap rentan terjangkit DBD.

Seperti pencegahannya denganmelakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta melakukan 4M yaitu menguras, menutup, mengubur dan mengawasi. Sehingga, perkembangan nyamuk Aedes Aegypty bisa dikendalikan dari mulai jentik.

“Dari seluruh desa yang ada di Kecamatan Gunungguruh, terdapat dua desa yang hampir setiap bulannya kerap ditemukan kasus DBD. Yakni, Desa Gunungguruh dan Desa Cikujang,” paparnya.

loading...

Feeds