Petugas Imigrasi Sukabumi Amankan Tujuh WNA Asal Cina

Tujuh WNA yang bekerja di PLTMH Sagaranten saat menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi. Ist

Tujuh WNA yang bekerja di PLTMH Sagaranten saat menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi. Ist

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi lagi-lagi mengamankan tujuh Warga Negara Asing (WNA) asal China. Kali ini, para WNA ini diketahui bekerja pada PT Zhong Min Hydro, perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) di Kampung Cisagu, Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.

Petugas Imigrasi menduga, tujuh WNA yang memiliki dokumen lengkap tersebut telah melakukan pelanggaran keimigrasian. Namun begitu, pihaknya masih menjalani pemeriksaan terhadap tujuh WNA tersebut.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Sukabumi, Zulmanur Arif mengungkapkan, pihaknya menduga tujuh WNA tersebut melanggar pasal 75 undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan karena masih dalam tahap pemeriksaan.

“Seluruh WNA yang bekerja di PT Zhong Min Hydro itu berjumlah delapan orang, satu diantaranya telah pulang dan tujuan lainnya kami bawa untuk pemeriksaan,” jelasnya kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Rabu (27/03/2019).

Seluruh WNA tersebut, lanjut Zulmanur, telah memiliki dokumen lengkap. Namun, dua diantaranya menggunakan visa kunjungan sedangkan sisanya menggunakan visa kerja. Kemudian, ketujuh WNA tersebut merupakan tenaga ahli yang dipekerjakan untuk membantu terowongan PLTMH.

“Setelah kami periksa, semua dokumennya lengkap. Artinya, mereka masuk dengan jalur yang legal. Tapi, dari tujuh WNA ini dua diantaranya menggunakan visa kunjungan bukan visa kerja,” sebutnya.

Adapun soal kegiatan PT Zhong Min Hydro, pihaknya belum bisa memastikan saham perusahaan terebut milik warga asing atau dalam negeri. Pihaknya masih akan terus mendalami persoalan ini.

“Perusahaan ini sedang membangun PLTMH. Untuk kegiatannya sendiri kami akan tindak lanjuti terus,” ujar Arif.

Ketujuh WNA itu, bakal diperiksa satu persatu. Kemudian, jika terbukti melanggar, pihaknya akan memberikan sanksi tegas. Sebaliknya, jika tidak terbukti WNA tersebut harus dilepaskan.

(RS/upi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds