Hat-hati, Jalan Nyalindung Sukabumi Rawan Longsor

Jalan Raya Nyalindung - Sagarenten, tepatnya di Kampung Cibodas, RT 2/3, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, rawan longsor dan membahayakan pengendara lalu lintas. Radar Sukabumi

Jalan Raya Nyalindung - Sagarenten, tepatnya di Kampung Cibodas, RT 2/3, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, rawan longsor dan membahayakan pengendara lalu lintas. Radar Sukabumi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Jalan provinsi yang berada di wilayah Jalan Raya Nyalindung – Sagarenten, tepatnya di Kampung Cibodas, RT 2/3, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, berpotensi longsor. Tebing yang menjulang setinggi 20 meter dan panjang sekitar 100 meter itu kerap longsor dan mengancam keselamatan pengendara yang melintas.

“Tebing ini sering longsor. Apalagi musim hujan, tanahnya sering mengalami pergerakan,” kata Imamudin (42) pemilik warung yang tidak jauh dari lokasi tebing di jalan Nyalindung -Sagaranten kepada Radar Sukabumi (Pojoksatu.id Group), Senin (25/03/2019).

Imam mengaku, sudah beberapa kali terjadi musibah longsor di jalan tersebut. Akibat dinding tebing yang berbatu menimpa jalan raya, kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Kalau musim hujan, bencana longsor berupa material bebatuan dan tanah, pasti akan menutupi jalan raya itu,” paparnya.

Sementara itu, seorang pengguna lalu lintas, Rudi Koswara (35), warga Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar mengatakan, di sepanjang ruas Jalan Raya Nyalindung, hanya di titik ini saja yang rawan longsor.

Untuk itu, perlu adanya rambu- rambu lalu lintas untuk mengingatkan kepada para pengendara agar berhatihati saat melintas.

“Sepanjang jalan Nyalindung yang memiliki kerawanan hanya di wilayah ini saja, yang lain tidak ada. Maka, perlu adanya rambu-rambu untuk mengingatkan para pengendara,” katanya.

Ia juga berharap, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, terlebih lagi saat ini akan memasuki musim hujan agar para pengendara baik roda dua dan rode empat dapat berhati-hati dan waspada ketika melintasi jalur tersebut.

“Pemerintah harus mengingatkan dan memberikan tanda kalau daerah ini rawan longsor. Agar para pengendara lebih berhati-hati,” timpalnya.

Sementara itu, seorang relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Nyalindung, A. Achamd mengatakan, wilayah Kecamatan Nyalindung merupakan daerah potensi bencana longsor. Untuk mengurangi risiko bencana, barubaru ini BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri dan relawan lainnya, melakukan penanaman pohon berakar di setiap daerah yang berpotensi longsor.

“Ya, dengan banyaknya pohon keras yang ditanam ini, diharapkan bencana di wilayah itu bisa diminimalisir dampaknya. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

loading...

Feeds