Foto-foto Dokter Cantik Termuda Asal Sukabumi, Lulus Usia 18 Tahun dengan IPK 3.44

Dokter muda asal Sukabumi, Nadia Silva

Dokter muda asal Sukabumi, Nadia Silva

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi sepertinya tidak hanya kaya dari sisi sumber daya alamnya saja, sisi sumber daya manusianya pun ternyata kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa dan Bali ini cukup membanggakan.

Belum lama ini, wilayah yang dipimpin Marwan Hamami dan Adjo Sardjono ini memiliki dokter yang sangat muda. Dia adalah Nadia Silva, gadis cantik berusia 18 tahun yang bergelar dokter dengan IPK 3,44.

Pasangan Sudirman dan Ani Andriyani tak bisa menyembunyikan kebahagiaan sekaligus kebanggaannya saat menghadiri wisuda puteri keduanya, Nadia Silva di Aula Unisba, Jalan Tamansari, Bandung, Sabtu (23/2) lalu. Selain anaknya memiliki paras cantik dan masih muda, juga diberikan kecerdasan yang luar biasa dari Sang Pencipta.

Ya, anaknya itu memiliki kelebihan dibanding dengan mahasiswa lainnya. Ia hanya butuh waktu 3,5 tahun untuk bisa menyelesaikan studi kedokterannya di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) tahun akademik 2018/2019.

Diwawancara Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), ayahanda Nadia, Sudirman mengaku, kesuksesan yang diraih anaknya itu tentunya tidak mudah. Perlu perjuangan dan pengorbanan sangat luar biasa yang harus dilakukan, baik darinya selaku orang tua maupun dari diri Nadia sendiri.

Namun memang, kecerdasan yang dimiliki gadis berhijab itu sudah terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. “Kalau berani tampil, dia itu setelah lulus SD. Namun kalau dari sisi keaktifan, saya lihat sejak SD sudah aktif di Pramuka dan Olahraga. Alhamdulillah, dia selalu juara kelas juga,” ujar Sudirman saat dihubungi Radar Sukabumi.

Menurut Sudirman, selaku orang tua ia sempat khawatir kepada anaknya itu melihat cara pergaulan zaman sekarang. Sehingga setelah lulus SD, ia pun langsung memasukkan Nadia ke pondok pesantren dan menyekolahkannya di SMP Islam Assafiiyah Pulo Air, Kecamatan Sukalarang hingga lulus SMA.

“Saat lulus SMP usianya masih 13 tahun dan lulus SMA pada tahun 2015 lalu di usia menginjak 15 tahun. Jadi memang, Nadia ini masuk pada program akselerasi,” ujarnya.

Selama ini, masih kata pria kelahiran 50 tahun silam itu, anaknya itu dikenal sebagai anak yang punya watak disiplin, leadership, rajin, suka akan tantangan dan juga selalu berusaha memberikan yang terbaik. Selaku orang tua, tentu Sudirman dan juga isterinya yang kini bekerja di Dinas Kesehatan itu merasa bangga atas kesuksesan dan kecerdasan yang dimiliki anaknya itu.

“Cita-citanya menjadi sorang dokter dan mengabdi di Kabupaten Sukabumi. Alhamdulillah berkat doa dan bimbingan yang kami berikan, setahap demi setahap cita-cita itu bisa terkabul. Semoga saja ke depan, dalam mengabdikan diri di Kabupaten Sukabumi anak saya ini diberikan kelancaran dan kemudahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Nadia Silva membenarkan jika keberhasilannya itu tidak diraih dengan cara mudah. Menurutnya, butuh perjuangan yang sangat luar biasa agar bisa sukses seperti sekarang ini. “Terlebih selama saya di pondok, bangun pukul 03.30 WIB dan baru bisa tidur kembali pukul 21.00 WIB. Selama itu, saya gunakan waktu untuk belajar,” timpalnya.

Nadia mengaku, usaha kerja kerasnya itu ia lakukan demi mewujudkan cita-cita selama ini. Ya, gadis cantik itu bercita-cita menjadi seorang dokter spesialis obgyn karena termotivasi ibundanya yang seorang bidang di lingkungan pemerintah Kabupaten Sukabumi. “Insya Allah, selain emang cita-cita juga sudah niat untuk jadi dokter spesialis obgyn di Sukabumi. Seperti mamah, yang membantu masyarakat selama ini,” akunya.

Nadia kembali menegaskan, capaian prestasi pendidikan yang ia raih itu didapatkan bukan dengan cara mudah. Ia mengaku harus melalui cukup banyak rintangan dan butuh perjuangan untuk melewatinya. Namun ia beruntung karena mendapat dorongan dan motivasi dari kedua orang tua yang senantiasa menerapakan pola disiplin serius dalam mengerjakan berbagai hal, termasuk urusan belajar.

Dengan program akselerasi yang diikutinya, maka ketika teman-teman SMA-nya masih asyik bermain saat liburan sekolah, namun ia sudah harus belajar di fakultas kedokteran. Secara naluri, ia mengaku sempat ada perasaan iri dan kesal karena bisa seperti teman-temannya.

“Namun perasaan itu sirna setelah kedua orang tua saya memberikan keyakinan kepada saya. Alhamdulillah ternyata, apa yang ditekankan mereka kepada saya, hari ini bisa saya rasakan. Cita-cita saya setahap demi setahap mulai bisa diraih,” bebernya.

Perempuan pemilik IPK 3,44 ini mengaku, setelah lulus dari fakultas kedokteran ini ia menargetkan untuk mengambil program pendidikan profesi spesialis obgyn atau koas di rumah sakit yang ada di Jawa Barat, khususnya di Sukabumi selama dua tahun.

“Alhamdulillah saya bersyukur dengan kelebihan yang Allah berikan ini. Ketika usia normal menjadi dokter itu 24 tahun, namun saya maskipun baru 18 tahun lebih bisa mendapatkan gelar itu. Dengan usia muda ini, mudah-mudahan saya bisa meningkatkan karier saya sebagai dokter yang bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat banyak,” tandasnya.

Foto : Instagram

Foto : Instagram

Foto : Instagram

Foto : Instagram

Foto : Instagram

Foto : Instagram

Foto : Instagram

Foto : Instagram

(radar sukabumi/Rendi Rustandi)

loading...

Feeds