Warga Kampung Baru Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Solat

ilustrasi hujan petir

ilustrasi hujan petir

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Hujan deras disertai petir yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi memakan korban.

Akhir pekan kemarin, wanita paruh baya, Siti (50), warga Kampung Baru, RT 14/2, Kedusunan Cipicung, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya meregang nyawa setelah tersambar petir.

Jasad wanita beranak tiga itu pun langsung dikebumikan, Minggu (17/2). Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian wilayah Kedusunan Cipicung, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya dilanda hujan deras disertai angin kencang dan juga petir yang menggelegar sejak siang hingga sore hari.

Saat itu sekira pukul 16.00 WIB, korban tengah melaksanakan solat ashar di kediamannya. Namun tak disangka, petir yang menggelagar saat itu menyambar rumah milik korban dan juga dirinya.

“Korban yang tengah melaksanakan solat pun langsung tak sadarkan diri saat itu juga,” ujar Kepala Desa Neglasari, Lili Rahman saat dihubungi Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar).

Anak korban yang mengetahui ibunya tak sadarkan diri, sambung Lili, langsung memboyongnya ke tempat tidur. Tetangga yang mengetahui insiden itu pun berdatangan ke kediaman korban.

“Kami pun dari pemerintah desa langsung mendatangi rumah korban,” akunya.

KEJADIAN: Petugas saat melakukan olah TKP kematian Siti (50) warga Kampung Baru, RT 14/2, Kedusunan Cipicung, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya yang tersambar petir.

KEJADIAN: Petugas saat melakukan olah TKP kematian Siti (50) warga Kampung Baru, RT 14/2, Kedusunan Cipicung, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya yang tersambar petir.

Akibat samberan petir itu, rumah korban bagian atap mengalami kerusakan juga KWh listriknya mengalami rusak cukup parah. Sementara tubuh korban mengalami luka bakar.

“Kondisi korban kritis dan meninggal di lokasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Purabaya, Brigadir Dik-Dik Permana mengaku langsung melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari beberapa saksi.

“Kami pastikan, korban meninggal dunia akibat tersambar petir saat sembahyang di lantai dua rumahnya. Memang daerah rumah korban ini berada di dataran tinggi,” katanya.

Saat kejadian, ujar Dik- Dik, suami korban bernama Eman Sulaeman (60) berasama tiga orang anaknya tengah berkumpul di lantai satu rumahnya.

“Keluarga korban tidak mengira ibunya ini meninggal akibat tersambar petir. Tetapi setelah melihat kondisi tubuhnya yang mengalami luka bakar di bagian pinggul sebelah kiri, akhirnya mereka pun percaya,” imbuhnya.

Menurut Dik-Dik, Muspika Kecamatan Purabaya bersama Puskesmas Purabaya serta didampingi Kepala Desa Neglasari, langsung mendatangi lokasi kejadian. Sempat korban akan dibawa ke Puskesmas Purabaya, namun keluarganya menolak dan mereka memilih untuk mengikhlaskan kejadian itu dan menganggap murni sebagai musibah.

“Korban dikebumikan di tempat pemakaman umum yang lokasinya tidak jauh dengan rumah duka,” pungkasnya.

(radar sukabumi/Den)

loading...

Feeds