Tiga Titik di Sukabumi Utara yang Selalu Macet

SERING MACET: Kondisi Jalan Raya Cibadak sering terjadi kemacetan yang diakibatkan oleh Truk Over Tonase yang sembarang melintas, diperperah Tatakelola jalan tidak berjalan dengan baik.

SERING MACET: Kondisi Jalan Raya Cibadak sering terjadi kemacetan yang diakibatkan oleh Truk Over Tonase yang sembarang melintas, diperperah Tatakelola jalan tidak berjalan dengan baik.

POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Kemacetan di sepanjang jalan wilayah Sukabumi Utara memang tidak dapat dihindari setiap harinya. Terlebih disaat jam masuk dan ke luar karyawan pabrik.

Usaha penertiban dan menekan angka kemacetan pun terus dilakukan Pemda Kabupaten Sukabumi. Bahkan beberapa perusahaan pun sempat kena semprot supaya mengoptimalisasikan lahan parkir.

Seperti diketahui, kemacetan di Kabupaten Sukabumi ini merupakan kondisi yang sulit diatasi. Seperti wilayah Kecamatan Cikembar, Cisaat, Cibadak, Parungkuda dan Cicurug. Di titik-titik ini, setiap harinya kemacetan kerap terjadi.

Pantauan Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), disetiap hari khususnya akhir pekan, arus lalu lintas (lalin) di sepanjang ruas Utara Sukabumi terpantau padat. Penyebabnya, selain ke luarmasuknya kendaraan dari gang atau jalan alternatif, juga banyaknya angkutan umum yang berhenti sembarangan.

Sedikitnya ada tiga titik kemacetan di jalur Utara Sukabumi. Seperti di jalur Ciutara sampai Simpang Cidahu, jalur Palagan sampai Pasar Parungkuda dan Angkrong sampai Pasar Cibadak. Rata-rata, kemacetan di titik ini sepanjang 1-2 kilometer. Petugas yang tidak sebanding dengan volume kendaraan, tampak dibuat kewalahan mengatur arus lalu lintas.

“Macetnya luar biasa parah kalau hari-hari tertentu atau akhir pekan itu. Saya dari Pasar Parungkuda sampai Palagan saja, itu hampir dua jam kalau macet,” ujar salah seorang pengendara, Moh Karimullah (31).

Menurut Karim, kemacetan di jalur Utara Sukabumi ini memang sulit untuk diatasi. Pasalnya, yang diperlukan tidak hanya penertiban para pedagang kaki lima (PKL), melainkan juga butuh kesadaran dari semua pihak. Baik itu kesadaran dari pihak pengendara, juga kesadaran dari masyarakat sepanjang pasar dan jalur Utara Sukabumi.

“Solusi lainnya, segera wujudkan pembangunan Tol Bocimi sampai Sukabumi. Karena saat ini volume kendaraan terus meningkat sementara ruas jalan masih tidak berubah. Tentu ini tidak seimbang,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Lukman Sudrajat mengaku masih memikirkan jurus jitu untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi.
“Jujur saja, saya masih raba-raba dengan tugas baru ini,” ujar Lukman kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.

Berbicara kemacetan, Lukman sepakat bahwa salah satu penyebabnya adalah banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan dan tidak disiplinnya para pengemudi angkutan umum. Bahkan menurutnya, banyak pengendara yang menaik-turunkan penumpang disembarang tempat. Sehingga kondisi itu sering menghambat arus lalu lintas. Sementara di kawasan pabrik, bahu jalan kerap digunakan para pedagang dan angkutan umum untuk menunggu penumpang.

“Saya akan pelajari dulu semua. Supaya nanti bisa mengetahui, apa yang harus saya lakukan dalam menekan kemacetan ini,” imbuhnya.

Soal penindakan terhadap penegndara yang nakal, Lukman mengaku akan mengacu pada aturan yang berlaku dengan melakukan tindakan tegas terhadap pengemudi atau perusahaan yang tidak menaati aturan yang berlaku.

“Sesuai dengan aturan saja. Insyallah saya akan lanjutkan program yang sudah berjalan,” pungkasnya.

(radar sukabumii/ren)

loading...

Feeds