Pelecehan Seksual Timpa Anak di Bawah Umur, MUI Sukabumi : Kami Tidak Akan Tinggal Diam

ilustrasi

ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Aksi pelecehan seksual yang kembali terjadi dan menimpa anak di bawah umur di Kabupaten Sukabumi, mengundang reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH Oman Komarudin mengaku terpukul dengan kondisi Kabupaten Sukabumi yang kini tengah dilanda darurat kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur. Menurutnya, persoalan tersebut terjadi lantaran kurangnya pendidikan agama.

“Jujur saja, kami merasa terpukul dengan kondisi darurat pelecehan seksual ini. Tentunya, kami tidak akan tinggal diam. Karena, kasus ini menyangkut dengan generasi kita,” katanya.

Sebab itu, MUI Kabupaten Sukabumi mengutuk keras terhadap pelaku yang nekat melakukan aksi bejatnya terhadap anak dibawahumur.

“Peristiwa seperti ini bukan pertama kali terjadi di Sukabumi. Ironisnya, korban pelecehan seksual ini merupakan anak dibawah umur. Untukitu, dalam mengantisipasi terjadinya pelecehan seksual, MUI akan menyampaikan kepadapemerintahdaerahsupaya peristiwa ini tak terulang kembali,” pintanya.

Sementara itu, Dinas PemberdayaanPerempuandanPerlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi mengaku akan turun tangan menangani Bunga (nama samaran, red) siswi kelas 5 SD di Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar yang diduga jadi korban pelecehan seksual oleh pelaku berinisial E (60) yang tak lain merupakan tetangga sendiri. Kepala Seksi (Kasi) Tumbuh Kembang Anak di DP3A Kabupaten Sukabumi, Yudi Irwan mengatakan, untuk memulihkan kondisi korban, perlu dilakukan penangan serius. Hal itu agar kejiwaan korban dapat segera kembali dalam kehidupan normal.

“Kita akan melalukan revisit dan koordinasi melaluipemerimtahkecamatan untuk melakukan mediasi dengan keluarga korban. Nanti, DP3A bersama P2TP2A yang merupakan rekan kerja, akan segera terjun ke rumah korban untuk melakukan pendampingan,” kata Yudi.

DP3A sambung Yudi, selain akan melakukan trauma healing, juga akan memberikan pendampingan secara hukum. Terlebih lagi, pelaku yang nekat menggagahi Bunga sudah ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi.

“Korban akan mendapatkan terapi kejiwaan untuk menyelamatkan masa depannya. Jadi, dalam penanganan korban pelecehan seksual itu akan melibatkan dokter psikologi untuk mengembalikan kejiwaan agar tidak mengalami trauma,” bebernya.

Sebabitu, pihaknya berencana akan memberikan konseling dan bantuan terapi psikologi. Setelah itu, korban pelecehan seksual itu akan difasilitasi agar dapat melanjutkan pendidikannya. Ia menambahkan, penyebab kasus pelecehan seksua lterhadap anak di bawa umur banyak faktornya.

Salah satunya akibat perkembangan penggunaan teknologi media internet juga lingkungan yang bisa mempengaruhi terhadap terbentuknya karakter anak. Apalagi saat ini, anak begitu mudah mendapatkan akses pornografi melalui media sosial, baik Facebook, Twitter, telepon seluler, situs internet, tayangan televisidanlainnya.

“Kamiminta orang tua agar mengawasi anakanak mereka baik pergaulan maupun di rumah untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya peristiwa pelecehan seksual,” harapnya.

(radar sukabumi/den)

loading...

Feeds